Tiga Bayi di Berau Lahir Bertepatan Hari Kemerdekaan, TPP PKK Besuk dan Beri Hadiah kepada Sang Ibu
2 menit baca440 kali dibaca

Penulis: Indri
2 menit baca440 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Berau memberikan hadiah sekaligus membesuk ibu yang melahirkan bertepatan pada tanggal 17 Agustus di RSUD Dr Abdul Rivai.
Ketua TP PKK Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis beserta rombongan membesuk tiga orang ibu yang telah melahirkan anaknya bertepatan Hari Kemerdekaan RI. Selain membesuk, Aslinda juga memberikan hadiah istimewa kepada tiga bayi yang lahir pada tanggal 17 Agustus itu.
Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi serta dukungan TP PKK Kabupaten Berau kepada para ibu yang telah berjuang dan bertaruh nyawa melahirkan buah hatinya tepat di Hari Kemerdekaan Indonesia.
“Alhamdulillah semuanya lahir dengan keadaan sehat dan selamat,” ucapnya, kepada korankaltim.com, Jumat (18/8/2023).
Selain untuk memberikan dukungan juga memotivasi para ibu agar selalu memperhatikan tumbuh kembang sang anak. Tentu diharapkannya tumbuh kembang bayi dan asupan gizinya dapat terpenuhi dengan baik.
Aslinda juga menghimbau untuk para orangtua untuk tetap memperhatikan gizi dan tumbuh kembang anak mereka. Bahkan sejak anak berada dalam kandungan untuk bisa terpenuhi gizinya agar anak yang dilahirkan jangan sampai mengalami stunting atau kurang gizi.
Ia juga berpesan kepada orangtua yang memiliki bayi agar tidak membiarkan anak-anak mereka makan makanan cepat saji. Lebih baik makanan tersebut diolah sendiri. “Harapan saya semoga bayi-bayi yang lahir pada Hari Kemerdekaan ini menjadi anak yang berguna bagi orangtua, nusa, bangsa, dan agama,” tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Dokter Halijah yang juga hadir sekaligus mendampingi kegiatan tersebut mengatakan, jumlah anak berstatus stunting di Kabupaten Berau dari tahun ketahun mengalami penurunan kasus.
Sebab, penanganan stunting, bukan hanya menjadi tanggungjawab dari Dinas Kesehatan saja, melainkan seluruh orangtua, keluarga, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan juga pihak legislatif yang siap membantu.
Sehingga, pencegahan stunting bisa dilakukan dari remaja putri sejak berusia 12 hingga 18 tahun dengan diberikan pil penambah darah seminggu sekali. Minimal 56 tablet yang harus dikonsumsi selama setahun untuk mencegah anemia.
Ia meminta, agar masyarakat dapat lebih perhatian terhadap stunting, selain itu ia juga meminta bagi calon ibu maupun yang sudah memiliki bayi bisa rajin berkunjung ke Posyandu untuk mendapatkan bantuan dan pendampingan lebih lanjut.
Editor: Maruly Zainuddin







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
5 kali dibaca
111 km Tenggara SELAYAR-SULSEL
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG