Hal ini tentu jadi hal yang melegakan karena selama ini jembatan tersebut dibuat semi permanen dan hanya bisa dilewati satu kendaraan roda empat.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kabid DPUPR) Berau Benny S Panjaitan saat ini progres pembangunan Jembatan Sei Sata masih lima persen dan dalam tahap persiapan lahan sejak dikerjakan Mei lalu dan ditargetkan selesai Desember akhir tahun ini.
"Proyek pembangunan dilakukan sejak 15 Mei lalu," kata Benny kepada Korankaltim.com, Minggu (9/7/2023) siang tadi.
Jembatan Sei Sata nantinya akan terbuat dari rangka baja pra-pabrikasi yang bersifat portabel (bailley) menjadi jembatan permanen dengan panjang 30 meter dan lebar efektif tujuh meter.
"Jembatan akan dibangun menggunakan material girder bahan rangka baja," sebut Benny lagi.
Anggaran dari APBD Berau ditambah dan Banuan Keuangan dari pemerintah provinsi Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp24,4 Miliar digelontorkan untuk membangun jembatan tersebut.
Selama proses pengerjaan Jembatan Sei Sata akan dilakukan penutupan dan peralihan jalan melalui jalan nasional atau Jalan Poros Maluang-Tanjung Batu.
"Penutupan jalan diperkirakan akhir Juli atau awal bulan Agustus sambil menunggu material pancang datang," sebut Benny.
Editor: Aspian Nur