Berdasarkan keterangan salah seorang korban, Joni mengatakan, api berasal dari salah satu kos-kosan kayu yang bersebelahan dengan rumah miliknya, dan saat terjadi kebakaran kondisi kos tersebut kosong yang diketahui milik salah satu warga setempat. "Itu punya Acil Yanti. Cuma jumlah pintu kos-kosannya kami juga tidak tahu," ungkap Joni.
Saat kebakaran, ia sendiri sedang berada di luar rumah. Sehingga tidak ada barang-barang dan surat-surat berharga yang dapat diselamatkan. Dirinya mengetahui rumahnya ikut terbakar setelah api sudah mulai membesar dan menjalar ke rumah-rumah lain. "Karena kami hanya menyelematkan anak dan kelurga saja yang berada posisi di dalam rumah," ucapnya.
Dirinya mengaku, sudah tinggal di tumah itu sejak 10 tahun yang lalu. Adapun kerugian yang dideritanya mencapai ratusan juta rupiah. "Mungkin lebih Rp 100 juta. Karena kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang termasuk surat atau dokumen berharga," jelasnya.
Sementara itu, Analisis Kebakaran Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Askar mengatakan api merambat dengan cepat disebabkan sebagian besar pemukiman tersebut merupakan bangunan kayu.
Pihaknya belum mengetahui pasti jumlah unit rumah yang terbakar dan pemicu terjadinya kebakaran. "Sampai saat ini kami belum bisa memastikan berapa jumlah rumah," imbuh Askar.
BPBD Berau menurunkan 6 mobil Damkar, 2 unit dari KPHP dan dibantu 1 unit water cannon dari Polres Berau untuk menjinakkan api yang membesar. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat mengatakan upaya pemadaman sempat terkendala, karena salah satu roda ban Damkar terperosok ke drainase yang membuatnya tidak bisa bergerak.
Belum lagi sempitnya jalur menuju ke lokasi kebakaran yang memperlambat kinerja petugas. Dan hingga sekarang belum bisa mengidentifikasi berapa rumah atau bangunan yang hangus terbakar. "Kami belum bisa mendata jumlahnya berapa, diperkirakan sekitar 9 hingga 11 rumah yang terbakar," ucap Nofian.
Dikatakannya pihaknya telah melakukan kordinasi kepada pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Berau untuk menyiapkan rumah singgah bagi para korban kebakaran tersebut.
Editor: Maruly Zainuddin