Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, berbagai sumber pendanaan terus dioptimalkan oleh Perumda Batiwakkal. Salah satu sumber pendanaan berasal dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Saat ini Kabupaten Berau mendapat anggaran proyek pembangunan prasarana intake dan jaringan pipa transmisi air baku Kampung Merancang sebesar Rp28,2 juta. "Pembangunan intake ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan produksi air bersih di wilayah pesisir utara," ucapnya kepada Korankaltim.com, Sabtu (10/6/2023).
Namun untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sampai ke Tanjung Batu masih diperlukan pendanaan tambahan minimal Rp63 miliar untuk pembangunan jaringan pipa yang dapat mengairi kampung-kampung lainnya.
"Jika bisa dianggarkan di tahun 2024 maka diharapkan akhir tahun 2024, air sudah bisa mengalir di Tanjung Batu. Jika memang dianggarkan oleh Pemprov Kaltim atau Pemkab Berau," ungkapnya.
Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas dukungannya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Berau. "Kami berharap semua pihak dapat terus mendukung Kabupaten Berau dalam pemenuhan air bersih sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Berau," pungkasnya.
Editor : Maruly Zainuddin