Setelah menemukan jasad korban setelah tiga hari tenggelam terhitung dari hari tenggelamnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Darrah (BPBD) Berau Thamrin membenarka informasi tersebut.
Tim gabungan berhasil menemukan jasad Gani tak jauh dari lokasi tenggelamnya berjarak sekitar 100 meter.
"Dari pengalaman kami dalam pencarian orang tenggelam hari ketiga baru bisa muncul, begitu juga dengan almarhum ini, tiga hari baru bisa muncul," kata Thamrin kepada Korankaltim.com sore tadi.
Jasad Gani diduga masuk ke bawah kapal ponton yang berada lokasi tenggelam. Setelah 3 hari, lalu dilakukan penggesaran kapal dan benar saja jasadnya ditemukan.
Tim gabungan baik Basarnas, BPBD, TNI/Polri, Polrairud dan Angkatan Laut turun dalam proses pencarian almarhum sejak tenggelam.
Jasad Gani langsung dibawa untuk dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, Kabupaten Berau.
Terpisah, Kasi Humas Polres Berau, Iptu Suradi bahwa jasad korban tidak dilakukan otopsi, lantaran pihak keluarga menolak untuk itu dan meminta untuk langsung dikebumikan. "Pihak keluarganya menolak untuk dilakukan otopsi, jadi langsung dikebumikan," kata Suradi.
Abdul Gani tenggelam pukul 09.00 Wita, ketika itu almarhum yang menggunakan perahu ketinting hendak menyalakan mesin namun mesin tidak kunjung menyala.
Perahu yang dinaiki Gani hanyut terbawa arus sungai sekitar 100 meter dan saat berada di sekitaran mess PT Jasin Eferin Jaya Gani masih terlihat berusaha menyalakan mesin ketinting yang digunakannya tersebut.
"Ada yang melihat sebelum jatuh ke sungai almarhum ini seperti kejang-kejang," ungkap Kapolsek Gunung Tabur, AKP Amin Maulani.
Setelah mendapatkan laporan adanya orang hilang tenggelam tersebut, pihaknya bersama masyarakat dan tim gabungan lainnya, langsung melakukan pencarian.
Editor: Aspian Nur