Kasi Humas Polres Berau, Iptu Suradi mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika KLM Berkat Mulia yang berangkat pada 1 April 2023 sekira pukul 20.00 Wita, dengan anak buah kapal (ABK) sebanyak 10 orang dengan muatan beras dan telur sebanyak 361 ton.
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Awrange, Sulawesi Selatan. Kemudian pada 4 April pukul 24.00 Wita, kapal tersebut tiba di Muara Kasai. Nakhoda Kapal, Ali Bakri, meminta untuk berhenti karena air surut. Sekira pukul 13.00 Wita, kapal kembali bergerak menuju ke Tanjung Redeb. Naas, setibanya di perairan Kampung Maluang, kapal tidak bisa dikuasai sehingga nyaris menabrak Kapal Tugboat penarik kapal tongkang bermuatan batu bara.
“Kapal tersebut mengalami berselihan yang mengarah terlalu ke kanan, kemudian ada bekas tongkang ditabrak, akhirnya karam,” Ucap Suradi, Kamis (6/4).
Akibat kejadian tersebut, kapal mengalami kerusakan cukup parah yang mengakibatkan kebocoran. Sehingga air dengan cepat masuk ke lambung kapal dan membuat kapal miring dan akhirnya sebagian kapal tenggelam.
“Untungnya nakhoda kapal cepat menghubungi kapal bantuan dan bantuan cepat datang merapat dan berupaya mengeluarkan barang-barang,” ujarnya.
Dikatakannya, kapal tersebut berisi beras dan telur, hanya berhasil diselamatkan sebanyak 7 ton. Derasnya arus air membuat bahan lainnya tidak bisa diselamatkan. Dikatakan Suradi, kapal tersebut berukuran 95 GT.
“Kalau beras itu bukan dari bulog atau satu distributor. Tapi beberapa distributor,” tambahnya.
Dilanjutkan perwira balok dua itu, barang-barang yang dibawa oleh kapal diklaim sudah diasuransikan. Namun untuk kerugian ditaksir mencapai Rp6,5 miliar. Di mana, kerugian kapal Rp2 miliar, dan barang bawaan sebesar Rp4,5 miliar.
“Total kerugian yang dialami mencapai Rp 6,5 miliar. Korban jiwa dan luka nihil,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Redeb, Marsri Tulak Randabunga yang dikonfirmasi mengaku masih berada di Jakarta, dan menyerahkan ke Staf KUPP Tanjung Redeb, Sukriadi.
Sukriadi yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan komentar karena masih melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda kapal. “Saya masih BAP (berita acara pemeriksaan) nakhodanya,” singkatnya.
Terpisah, Kepala Diskoprindag Berau, Eva Yunita mengatakan, dirinya baru mendengar informasi tersebut, namun di satu sisi ia memastikan bahwa kebutuhan stok beras di Berau aman hingga beberapa bulan ke depan.
“Aman, dan informasi dari Bulog itu bukan pesanan Bulog,” katanya.
Dijelaskan Eva, dari beberapa distributor besar yang ada di Berau, diakuinya juga mengatakan bahwa beras yang karam tersebut bukan pesanan mereka. kemungkinan pesanan agen-agen kecil. Sehingga tidak mengganggu kebutuhan beras di Berau. Terlebih menjelang Idulfitri ini.
“Aman hingga satu dua bulan ke depan. Masih ada 7 ribu ton lebih stok beras. Masyarakat saya minta tidak panik,” pungkasnya.
Editor: Koran Kaltim