Penemuan mayat langsung dilaporkan kepada polisi. Awalnya warga mengira mayat itu batang kayu. Namun setelah diperhatikan lebih dekat, ternyata tubuh manusia.
“Saya kira tadi kayu atau boneka. Soalnya pakai baju, saya lihat betul-betul, ternyata mayat,” kata Ahmad, warga yang melihat mayat itu kepada Korankaltim.com sore tadi.
Akhmad langsung berteriak dan warga pun langsung berdatangan dan melapor ke kepolisian.
Tidak berselang lama, pihak kepolisian langsung melakukan evakuasi. “Langsung dievakuasi, ada tadi mungkin pihak keluarganya,” ucapnya.
Diketahui jasad tersebut adalah KJL, pria berusia 82 tahun, warga Jalan Pulau Sambit, Kelurahan Tanjung Redeb, Kecamatan Tanjung Redeb. KJL terakhir terlihat pada Rabu (22/3/2023) lalu jam setengah delapan malam.
Terpisah, Kasat Polair Polres Berau, AKP Herman yang dikonfirmasi di lokasi menjelaskan kalau dari informasi keluarganya, KJL sudah hilang sejak tiga hari dan keluarga terkejut karena ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung.
“Iya sudah kami evakuasi dan visum, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,” sebut Herman.
“Keluarga almarhum sudah melapor, namun belum ditemukan. Dan ditemukan sudah meninggal dunia,” katanya.
Mantan Kapolsek Bidukbiduk ini menambahkan, dari keterangan anak almarhum bernama Kevin, KJL mengalami gangguan ingatan dan sebenarnya dalam pengawasan ketat pihak keluarga, namun pada saat hari naas itu lolos pengawasan. “Sepertinya terpeleset dan terjatuh ke dalam sungai," ujar Herman.
Dalam proses evakuasi sendiri, tidak ditemukan kendala, karena dibantu oleh kapal tug boat, untuk dirapatkan ke Dermaga Rajanta. Tidak berselang lama, pihak keluarga datang.
Pihaknya juga dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Berau, dalam mengevakuasi korban.
“Sudah dibawa ke Rumah Sakit Abdul Rivai dan segera dilakukan visum dan saat ini sudah ada di rumah duka,” pungkas Herman.
Editor: Aspian Nur