Produksi Perikanan di Berau Tahun Lalu Meningkat
1 menit baca685 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Hasil tangkapan nelayan yang meningkat di tahun 2022 lalu berimbas pada produksi perikanan di Kabupaten Berau yang juga naik.
Dinas Perikanan (Diskan) Berau mengklaim hal tersbut dengan tetap mengingatkan para nelayan agar menggunakan alat tangkap ramah lingkungan dalam kegiatan sehari-hari mereka.
Kepala Diskan Berau Dahniar Ratnawati kepada Korankaltim.com menjelaskan, pada Juni 2022 produksi laut sebanyak 10.983,29 ton dibanding tahun 2021 sebanyak 21.779,62 ton per tahun.
“Diluar yang tercatat, produksi perikanan jauh lebih besar karena tidak semua ikan yang ditangkap melalui pelabuhan,” kata Dahniar Minggu (22/1/2023).
Serapan ikan di Berau sejumlah 3-4 ton per hari yang mampu memenuhi kebutuhan di daerah, sementara produksi bisa mencapai 15-20 ton. Hal itu lantaran banyak nelayan yang menjual ikan mereka keluar daerah.
Terpisah, Sekretaris Diskan Berau Yunda Zuliarsih menambahkan, peningkatan hasil tangkapan ikan nelayan tahun 2022 meningkat namun sering sekali didapati nelayan yang masih menggunakan alat-alat tangkap yang merusak lingkungan laut, membuat beberapa jenis ikan yang dilindungi kerap tertangkap seperti jenis ikan hiu yang otomatis kalau sering terjadi bakal membuat spesies ikan itu punah. "Para nelayan juga tahu adanya Perda nomor 5 tahun 2020 tentang perlindungan ikan hiu," kata Yunda.
Biasanya hiu tertangkap karena ketidaksengajaan dan nelayan paham tidak boleh menangkap hiu. Beberapa waktu lalu ada hiu tertangkap nelayan dengan panjang 4 meter namun dilepaskan. "Ini jarang sekali terjadi. Tapi tetap kami imbau nelayan gunakan alat tangkap ramah lingkungan," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur










