Ia menuturkan, pihaknya belum bisa memutuskan apakah Porprov Kaltim ke VII akan tetap berlangsung pada 12 November mendatang atau ditunda terlebih dahulu, sebelum melakukan koordinasi dengan Gubernur Kaltim, Isran Noor.
Menurutnya, perlu ada koordinasi dengan gubernur Kaltim mengenai kemunduran jadwal pelaksanaannya. Kalaupun mundur, itu pun hanya sampai Desember saja.
"Desember itu sudah paling maksimal ditunda. Itu pun kalau kita sudah bertemu dan koordinasi dengan Gubernur Kaltim nanti," jelasnya, Jumat (21/10/2022).
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan dengan Pemprov Kaltim untuk membahas jadwal pelaksanaan Porprov.
Namun, ia memastikan sekalipun gubernur sudah merestui dilakukan penundaan, Porprov tetap akan dilakukan pada 2022 ini. Menurutnya, ada banyak persoalan apabila Porprov diundur tahun 2023.
Diantaranya, akan mengganggu pelaporan pertanggungjawaban pencairan pelaksanaan Porprov di tahun anggaran 2022, baik itu yang sudah dianggarkan di APBD murni maupun di APBD perubahan.
"Yang bermasalah itu berada pada kontingen dari daerah masing-masing yang sudah menggunakan anggaran itu. Kalau diundur di tahun 2023, bagaimana mereka mempertanggungjawabkan dana yang digunakan itu," ucapnya.
Selain itu, permasalahan juga akan terjadi pada Cabor yang bertanding berdasarkan kelompok umur. Jika dipaksakan digelar pada 2023 mendatang, akan merugikan cabor yang memiliki atlet yang sudah diambang batas.
"Nah ini juga yang jadi pertimbangan kami. Apa iya, mereka yang bertanding di tahun ini, bisa bertanding di tahun depan. Ini mengapa Porprov harus tetap di tahun 2022 ini," sambungnya.
Di sisi lain, dirinya juga menilai, persiapan pelaksanaan Porprov hingga kini juga belum maksimal.
Untuk itu, dia mengingatkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan Porprov, maupun yang tidak berhubungan langsung, dapat ikut berkontribusi untuk mensukseskan penyelenggaraannya.
Sebab, pelaksanaan Porprov menyangkut nama baik Kabupaten Berau. Untuk memaksimalkannya, dibutuhkan kerja sama semua OPD, sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
"Ini menyangkut wajah Berau, dan ini akan disorot seluruh kabupaten/kota se-Kaltim. Jangan sampai ada OPD yang merasa bahwa bidang olahraga bukan merupakan ranahnya, maka tidak ikut mensukseskan Porprov," pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Maruly Zainuddin