”Maka dari itu kami mengimbau kepada masyarakat agar sekiranya tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik tentu itu sangat menguras listrik," jelasnya kepada KoranKaltim.com
Lebih lanjut ia menjelaskan, tarif harga air bersih Perumda Air Minum Batiwakkal merupakan yang paling rendah di Kaltim, jika harus menambah beban listrik yang besar tentunya tidak akan sanggup. Dirinya tidak ingin membebankan masyarakat dengan menambah tarif air bersih, sehingga ia meminta masyarakat agar bersama menjaga alat yang beroperasi.
"Jadi yang seharusnya tarikan listriknya rendah hanya dikarenakan adanya sampah plastik itu, maka menjadi lebih berat tarikan daya listriknya, sehingga kita akan lebih mahal dalam pembayaran listriknya," sambungannya.
Ia menambahkan, ketika musim penghujan kerap kali air sungai berubah menjadi lebih keruh, tentunya hal tersebut berdampak kepada ongkos produksi air bersih karena harus menambah penggunaan bahan kimia.
"Saat ini hujan kerap mengguyur Bumi Batiwakkal, apabila kondisi air sedang keruh ditambah terdapat sumbatan sampah plastik pada intake, tentunya beban produksi yang harus ditanggung semakin besar," pungkasnya.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Maruly Zainuddin