“Kalau untuk stoknya aman. Bahkan kami sekarang sediakan di faskes (Fasilitas Kesehatan) misal di Puskesmas,” terang Sekretaris Dinkes Kaltim, Masitah kemarin.
Namun diakuinya, ada beberapa kendala yang harus dihadapi pemerintah daerah dalam mendistribusikan vaksin ke masyarakat. Salah satunya tingkat partsipasi masyarakat yang cukup rendah pada pemberian vaksinasi dosis ketiga atau yang dikenal booster.
Cakupan booster di Kaltim tergolong rendah menurut Masitah. Sehingga menurutnya penting dukungan pemerintah melalui beragam regulasi untuk mempercepat pemerataan pemberian vaksin.
“Kebijakan yang ada harus bisa meningkatkan cakupan booster. Misalnya aturan perjalanan. Kemarin saat syarat perjalanan sampai vaksiansi kedua ya masyarakat merasa vaksiansi ketiga tidak penting,” bebernya.
Padahal, akses untuk mendapatkan vaksin saat ini sudah jauh lebih mudah. Masyarakat tidak harus menunggu jadwal atau pelaksanaan vaksinasi massal yang umumnya digelar sejumlah instansi. Warga hanya tinggal berkunjung ke Faskes terdekat untuk mendapatkan vaksinasi.
Sampai saat ini, sesuai dengan infografis harian yang dirilis Dinkes Kaltim, persentase vaksiansi dosis ketiga yang sudah diterima masyarakat Kaltim baru mencapai 34,17 persen dari target yang dipasang. Pemprov Kaltim menargetkan ada 2,8 juta penduduk Kaltim bisa menerim vaksin dari total 3,7 juta penduduk Kaltim
“Untuk membentuk atau menciptakan Herd Immunity atau kekebalan kelompok kan diperlukan 80 persen orang yang sudah punya kekebalan dari total populasi. Jadi target kami 2,8 juta penduduk itu,” tandasnya.
Kadinkes Berau Sebut Belum Terima Edaran
Kepala Dinkes Berau, Totoh Hermanto menyebut saat ini terdapat Surat Edaran (SE) terkait vaksin booster ke dua bagi para nakes, namun secara instansi, ia mengaku belum menerima edaran tersebut, sehingga untuk progres vaksinasi booster dosis ke dua, belum bisa dilakukan.
Totoh membeberkan, pihaknya selalu siap jika terdapat instruksi untuk melakukan vaksinasi Covid-19 dosis keempat. Menurutnya, vaksinasi booster dosis dua memang bagus untuk tenaga kesehatan terlebih saat ini kasus terkonfirmasi Covid-19 di Berau juga terus mengalami peningkatan. Data yang dirilis oleh Dinkes pada Jumat (29/7) menunjukan 22 kasus aktif terdeteksi dan pasien sedang dalam perawatan.
“Kita siap saja, tapi memang belum terima edarannya. Rata-rata nakes sudah dosis pertama untuk booster. Jadi menurut saya, jika memang diwajibkan untuk booster ke dua, tidak masalah,” ungkap Totoh, Jumat (29/7).
Sedangkan diketahui, hingga kini persentase vaksinasi booster baru mencapai 33 persen saja di Berau. Data ini masih menunjukan rendahnya partisipasi masyarakat yang mau melakukan booster. Target nasional sendiri, wajib 85 persen untuk booster dosis pertama.
“Kita sudah berupaya membujuk masyarakat, membuka gerai, namun masyarakat sudah acuh,” ucapnya.
Dikatakan Totoh, untuk jumlah vial dosis booster kedua tentu mencukupi di Berau, disinggung mengenai berapa jumlah nakes di Bumi Batiwakkal yang akan melakukan booster kedua, Totoh mengatakan, ia lupa data pastinya berapa.
“Ada bagiannya, saya kurang ingat datanya berapa,” tambahnya.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Supiansyah