Menurut Koyun, kinerja dan peningkatan sistem layanan yang dilakukan oleh Direktur Perumda Batiwakkal saat ini sudah sangat baik. Jika dahulu pelanggan yang ingin melaporkan keluhan yang terjadi harus menghubungi call center, saat ini sudah dibentuk WhatsApp grup di setiap kelurahan bersama Perumda Batiwakkal untuk menampung segala keluhan dari masyarakat.
"Dulu kalau menelpon call senter sering tidak mendapat respon, sekarang kalau ingin menyampaikan keluhan seperti air keruh dan lain sebagainya lebih mudah," jelasnya kepada KoranKaltim.com Selasa (28/6/2022) hari ini.
Menurutnya, terobosan menggunakan WhatsApp grup merupakan hal yang sangat positif. Sebab cukup melalui RT masing-masing udah bisa mendapatkan respon cepat terkait dengan keluhan yang dialami pelanggan.
"Semisal ada kebocoran pipa, itu tidak sampai satu jam petugas sudah melakukan perbaikan, itu paling tidak artinya sudah terjadi peningkatan di bidang pelayanan," tuturnya.
Selain itu, pembayaran sambungan air pun cukup transparan, berapa yang dibayarkan oleh pelanggan maka jumlah tersebut yang masuk ke kas daerah, dibuktikan dengan bukti pembayaran yang sah.
"Kalau tidak sah kan ibarat kata melalui bawah tangan dan tidak disertai bukti pembayaran," jelasnya.
Kerap kali pelanggan juga mengalami penunggakan, kalau dahulu harus dilunasi dahulu seluruhnya baru air bisa mengalir kembali, tapi sekarang kebijakan dari Saipul Rahman memberi keringanan pelunasan dengan cara mencicil, jadi setiap bulan membayar cicilan pelunasan ditambah dengan biaya penggunaan air bulanan.
"Kebutuhan air ini sangat vital, berbeda dengan listrik kalau saat pemadaman untuk penerangan masih bisa diganti dengan lilin, tapi kalau air tidak ada yang bisa mengganti. Itu artinya kebijakan yang cukup baik," pungkasnya. (Adv)
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur