"Banyak yang terpaksa menginap di jalur sambil menunggu penanganan," jelas Taupan siang tadi.
Dalam kondisi normal, waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan dari Berau menuju Kota Samarinda hanya berkisar 14-15 jam, namun karena longsor di tiga titik berbeda menyebabkan jarak tempuh yang dibutuhkan mencapai 33 jam.
DPUPR Berau berkoordinasi dengan stakeholder terkait masalah tersebut, sehingga penanganan dilakukan segera. Saat ini alat berat sudah diturunkan ke lokasi longsor, apalagi, wilayah ini masih masuk dalam wilayah Kelay.
"Saya perjalanan darat dari Samarinda ke Berau, begitu ada peristiwa longsor saya langsung koordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan," tegasnya.
Kondisi jalan poros Kelay diakui Taupan memang ada beberapa titik yang rawan longsor. DPUPR juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memastikan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan jalan lintas provinsi tersebut terus dilakukan setiap tahunnya.
"Jalan ini jalan nasional dan kami terus berkomunikasi dan koordinasi dalam penanganannya, mengingat jalan ini akses utama masyarakat," sebut Taupan lagi.
Meskipun saat ini jalan kembali dapat dilintasi, Taupan tetap mengingatkan pengendara untuk selalu waspada, berhati hati saat melintas di jalan yang rawan longsor, terutama disaat hujan deras di kawasan tersebut.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur