Bupati Berau Sri Juniarsih menuturkan, Pemkab Berau merasa bersyukur dan bangga dengan diterbitkannya sertifikat ini. Berau diakuinya memiliki keunggulan yang luar biasa, dalam hal ini adalah komoditi kakao yang berada di enam kecamatan dan semuanya memiliki ciri khas rasa masing-masing.
"Alhamdulillah sudah diekspor sampai keluar negeri dan bahkan sudah dikenal dunia tapi sayangnya masyarakat Berau sendiri belum mengetahui hal tersebut," kata Sri kepada Korankaltim.com Rabu (9/2/2022) malam tadi.
Dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada PT Berau Coal melalui pilar bisnisnya Berau Cocoa yang telah banyak berkontribusi nyata kepada pengembangan produk kakao di Bumi Batiwakkal.
Sri berharap produk kakao tidak hanya diproduksi sebagai bahan baku untuk kemudian dikirim ke luar daerah maupun luar negeri, tetapi bisa diolah di Berau menjadi produk jadi agar masyarakat Berau bisa menikmati hasil kekayaan alam Berau. "Pabrik Berau Cocoa milik PT Berau Coal bisa dimaksimalkan," sebutnya.
Sementara Kepala Dinas Perkebunan Lita Handini mengapresiasi PT Berau Coal melalui Berau Cocoa yang telah bermitra dengan Dinas Perkebunan.
Dikatakan Lita, selama ini masyarakat memiliki kendala pengelolaan produk pasca panen sehingga Berau Cocoa selama ini menyerap hasil produksi masyarakat untuk kemudian diolah dengan teknologi yang ada dengan mutu dan kualitas yang diinginkan pasar serta mutu yang terjamin.
"Akhirnya hasil penjualan dapat meningkat dan ini akan memberikan dampak yang lebih kepada petani karena ada hasil jual yang meningkat sehingga harapannya kesejahteraan petani juga meningkat," sebut Lita.
Terkait permintaan bupati, pihaknya juga akan intens berkomunikasi dengan Berau Cocoa untuk merealisasikan hal tersebut. Selain itu kolaborasi dengan pihak luar juga akan dilakukan untuk menjadikan kakao Berau dapat dinikmati masyarakat.
"Pastinya harus ada inovasi baru, tidak pernah ada rasa cukup jika ingin berkembang. Produk itu harapannya bisa bertambah dan semakin bertambah," sambungnya.
Terpisah, Head of Cacao Busines Unit PT Berau Coal Muhammad Khodim memaparkan, pada dasarnya usaha meningkatkan kualitas dan kuantitas kakao Berau adalah kolaborasi bersama antara Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), PT Berau Coal melalui Berau Cocoa, Dinas Perijinan dan kawan-kawan lainnya.
"Indikasi Geografis digagas untuk mengekspor atau mempublikasi ciri khas dari kakao Berau, kedua juga untuk semacam paten, indikasi geografis kan nunjukan karakteristik dari barang atau produk itu berasal," kata Khodim.
Sertifikat Indikasi geografis ini sudah diusahakan dalam dua tahun terakhir ini. Harapannya dengan sertifikat ini bisa terus mengembangkan dan meningkatkan nilai atau value dari kakao Berau.
"Kedepan akan terus kami kembangkan dan inovasi, yang pertama akan menjaga konsistensi dari kakao berau ini dulu kemudian secara volume atau kuantitasnya akan ditingkatkan, setelah ditingkatkan, produk olahannya pun akan ditambah," sebut Khodim. (Adv)
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur