Menurutnya, program vokasi sangat menjadi idola saat ini, sebab menjadi jawaban untuk mengimbangi pesatnya perubahan dunia industri. Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi berkomitmen mendukung kampus yang menjalankan program vokasi ini.
Mengutip dari Bapak Menteri Kemenristekdikti, Nadiem Makarim, hendaknya perguruan tinggi mengawinkan program pembelajaran dengan dunia kerja.
"Politeknik Sinar Mas sudah melangkah dahulu, bukan hanya mengawinkan tetapi melahirkan. Kami sangat berbahagia kepada wisudawan dan wisudawati pertama karena apa yang diinginkan pemerintah sudah terbukti hari ini," kata Akbar.
Sementara itu, Arief Wierdhartono selaku Direktur PT Berau Coal mengatakan, peningkatan sumber daya manusia sangat penting dan merupakan prioritas utama bagi pengembangan dan peningkatan suatu wilayah, upaya peningkatan sumber daya manusia menjadi tanggung jawab semua masyarakat di Kabupaten Berau. Sinar Mas dan PT Berau Coal sebagai bagian dari masyarakat Berau ingin ikut serta dalam upaya peningkatan sumber daya manusia ini.
Melalui Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YYDBC) saat ini telah didirikan Politeknik Sinar Mas Berau Coal, dengan visi menjadi politeknik unggul di Indonesia dalam bidang pengelolaan sumber daya alam berbasis teknologi terapan, terintegrasi dengan industri, untuk mewujudkan sumber daya manusia yang ahli, tersertifikasi, dan berdaya saing.
“Kami ingin SDM di Berau ini tidak dianggap sebelah mata, kita buktikan, Berau juga bisa,” ujar Arief.
Lulusan Politeknik Sinar Mas Berau Coal diharapkan terserap menjadi tenaga kerja di industri pertambangan khususnya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Berau.
“Besar harapan kami Politeknik Sinar Mas Berau Coal akan menjadi kebanggaan masyarakat Berau dan Kalimantan Timur,” tambahnya.
Di lokasi yang sama, Horas Parsaulian Pardede selaku Ketua Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC) menuturkan, dari 100 persen mahasiswa di Politeknik Sinar Mas, nyaris 80 persen mendapat support penuh beasiswa dari YDBBC.
Hal ini dijelaskannya agar masalah perekonomian yang dialami suatu masyarakat tidak menghalanginya untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi. “Politeknik Sinar Mas ini merupakan bagian dari YDBBC, kami juga memberikan bea siswa ke anak didik yang memenuhi syarat,” katanya.
Wisuda angkatan pertama ini khusus jurusan perawatan mesin, sementara program Diploma 4 Prodi Tekhnologi Rekayasa Logistik baru akan wisuda pada tahun 2023 mendatang. Ia menambahkan, ini merupakan yang pertama di Berau, yang merupakan inisiatif dari Berau Coal dan Sinar Mas. “Kami ingin menciptakan SDM yang berkualitas dan siap bekerja,” ucapnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Berau Muhammad Ghazali mengucapkan selamat dan sukses bagi wisudawan. Menurutnya, hambatan utama bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Berau adalah saat memasuki dunia kerja cenderung sulit karena kurang keahlian, kemudian daya saing kurang dengan orang disekitar maupun pendatang. Sehingga, keberadaan Politeknik Sinar Mas adalah salah satu solusi dari antangan yang dihadapi insan mudah Berau.
"Kami sangat berteri makasih dengan Politeknik Sinar Mas karena sejalan dengan visi kami untuk meningkatkan SDM yang berbudi luhur," kata Ghazali.
Lulusan Politeknik Sinar Mas dapat segera terserap oleh perusahaan. Selain itu juga diperlukan upaya serius dalam pengembangan SDM berbasis teknologi untuk menyiapkan tenaga kerja siapa pakai.
"Pemkab Berau memberikan apresiasi kepada jajaran Politeknik Sinar Mas dan Berau Coal yang memberikan banyak sumbangsih untuk pembangunan Berau," tandasnya.
Baramuli, wisudawan angkatan 1 Politeknik Sinar Mas mengucapkan, banyak ilmu yang didapat selama berkuliah 3 tahun di Politeknik Sinar Mas, ilmu-ilmu yang tentu akan ia terapkan di lingkungannya dengan tujuan membantu sesama.
“Ilmu yang belum tentu saya paham. Para pembimbing ajarkan dengan telaten. Dan itu membuat nyaman dan kami paham,” ujarnya.
Terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Berau Coal dan Sinar Mas, yang sudah berinisiatif membangun Politeknik Sinar Mas dan memberikan beasiswa hingga lulus. Dirinya bahkan juga telah diterima di salah satu industri pertambangan.
“Alhamdulillah saat ini juga sudah diterima bekerja di salah satu Industri Pertambangan di Berau. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas ilmu-ilmu yang sangat berguna untuk saya, dan kawan-kawan saya,” tutupnya. (Adv)
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur