Kepala Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Dheny Mardiono kepada Korankaltim.com Jumat (31/12/2021) siang tadi menuturkan hal ini.
Disebutkannya, kerasukan yang dialami warga tidak hanya terjadi di Bidukbiduk saja tapi juga di kota Bontang dan Sangatta, Kutai Timur, dengan pengakuan yang sama.
Akhirnya setelah dilakukan perundingan buaya tersebut kembali dibebasliarkan namun di lokasi yang berbeda dari pertama kali buaya tersebut ditemukan oleh warga. "Lokasinya masih di Bidukbiduk, tapi agak jauh kami lepas," kata Dheny.
Buaya tersebut dilepas di Sungai Lempot, masuk sekitar dua kilometer ke dalam sungai pukul 02.00 WITA Kamis (30/12/2021) dini hari beberapa jam setelah penemuan buaya tersebut. Diketahui buaya tersebut pertama kali dilihat oleh seorang motoris speedboat Rabu (29/12/2021) pagi sekitar pukul 09.00 WITA saat melakukan pengecekan rutin kondisi di sekitar obyek Wisata Labuan Cermin.
Dheny menuturkan, lokasi dilepasnya buaya cukup jauh dari jangkauan manusia sehingga kontak antar manusia dan buaya susah terjadi. "Kami juga pikirkan keselamatan masyarakat," katanya.
Sementara Camat Bidukbiduk Abdul Malik mengaku tidak bisa menjamin keselamatan warga dan berencana akan melaporkan hal ini ke Wakil Bupati Berau Gamalis juga ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk membantu pembangunan pagar pembatas, agar buaya tidak masuk ke area Labuan Cermin. "Kami koordinasikan ini ke Wabup dan Disbudpar," ujar Malik.
Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan pengunjung yang ingin berwisata ke Danau Labuan Cermin karena diakuinya saat ini banyak wisatawan takut untuk ke Labuan Cermin akibat viralnya tangkapan buaya tersebut. Langkah sementara yang diambil oleh pihak kecamatan adalah menutup sementara waktu lokasi tersebut.
"Kalau bicara kerugian tentu rugi, ini momen akhir tahun, seharusnya banyak pengunjung bisa datang, tapi kami pikirkan keselamatan dahulu," sebut Malik lagi.
Disinggung mengenai adanya warga yang kesurupan tersebut, ia membenarkan hal tersebut, namun belum mengetahui informasi lebih lanjut karena masih berada di Tanjung Redeb.
"Saya mendengar informasi itu, tapi karena saya masih di Tanjung Redeb saat ini jadi hanya mendengar cerita saja, intinya Danau Labuan Cermin kami tutup untuk keselamatan wisatawan," tegas Malik.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur