BPBD saat ini tengah melakukan persiapan mengingat debit air di empat lokasi tersebut mengalami kenaikan.
“Tim saat ini tengah melakukan persiapan,” singkatnya.
Banjir yang biasanya terjadi disebabkan curah hujan yang cukup tinggi di kawasan hulu sungai sehingga debit air mengalami kenaikan dan berdampak ke hilir.
Berdasarkan laporan tim yang berada di lokasi, baru di Kampung Merasa dan Tumbit Melayu yang airnya sudah menggenang ke darat.
“Baru dua kampung tapi kami tetap waspadai dua kampung lainnya,” jelasnya.
Dengan intensitas hujan yang tinggi, bukan tidak mungkin, ke empat kampung tersebut akan mengalami banjir yang cukup tinggi dan masyarakat diminta tetap waspada jika tiba-tiba air terus naik terlebih pada malam hari.
Terpisah, Kampung Merasa Yafet Tingai mengatakan kalau air mulai naik ke darat, sejak Minggu (28/11) dini hari.
Meskipun belum menggenangi rumah warga. air sudah mulai menggenangi kawasan di dua RT, yakni RT 3 dan 4. Ketinggian air masih di bawah satu meter belum masuk ke rumah warga karena rumah warga tinggi.
Warga masih bertahan di rumah dan belum ada yang mengungsi.
“Sekarang air makin naik. Kami sudah lapor juga ke BPBD Berau,” paparnya.
Kepala Badan Meteorologi, Kimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau Tekad Sumardi mengakui sejak November, hingga April 2022 mendatang, curah hujan meningkat, akibat fenomena La Nina.
“Jadi sebarannya November, Desember, dan Januari meningkat curah hujan, Februari turun, kemudian Maret hingga April kembali meningkat,” kata Tekad.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur