“Mau bagaimana lagi, saya merasa bertanggung jawab meneruskan perjalanan pondok ini,” sebut Neri, pengasuh sekaligus kepala MTs Ma’arif Tanjung Redeb.
Ponpes Thubassalam saat ini menampung 15 santri yang bersekolah di MTs Ma'arif, berasal dari berbagai kampung di Berau, diantaranya Kampung Tanjung Batu, Kampung Dumaring, Kampung Mantaritip, Kampung Seramut, Kampung Inaran hingga Kampung Merancang.
Tokoh ulama Berau H Asrul Sani mendirikan ponpes ini pada tahun 2019 silam. Tak hanya sebagai pendiri, Asrul Sani juga menjadi donatur tetap karena memiliki impian bisa membantu para santri bersekolah gratis dan bisa mencapai cita-citanya.
Saat Asrul Sani wafat, praktis tidak ada lagi donatur yang memberikan dukungan untuk pondok pesantren ini.
Seluruh aktivitas pondok pun berjalan apa adanya, bahkan serba kekurangan. Puncaknya, para santri sempat mengalami kekurangan Beras selama 22 hari.
Tak hanya soal kebutuhan pokok, urusan kebutuhan air bersih juga tersendat. Sambungan air PDAM ke pondok ini juga sudah diputus selama 6 bulan, karena menunggak pembayaran.
Mendengar kabar menyedihkan ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau bergerak cepat, memberikan bantuan beras sebanyak 100 kilogram melalui program Berau Taqwa.
“Kami akan memberikan dukungan tiap bulan, terutama kebutuhan pokok para santri ini,” sebut Wakil Ketua IV Baznas Berau Maria Yosephi saat berkunjung ke pondok tersebut Selasa (16/11/2021) kemarin.
Maria berharap akan semakin banyak muzaki atau donatur yang memberikan perhatian untuk para santri ini.
Para donatur dipersilakan menyalurkan zakat, infak, sedekah ke Baznas Berau, agar tiap bulan bisa menyantuni para santri tersebut.
“Dengan begitu, mereka bisa belajar dengan tenang tanpa harus memikirkan besok akan makan apa,” harap Maria.
Terkait sambungan air PDAM, Baznas Berau akan segera berkoordinasi dengan direktur PDAM untuk penyambungan kembali. “Sehingga para santri tidak lagi menumpang mandi di masjid yang ada di dekat pondok,” tutup Maria. (*/kk)
Editor: Aspian Nur