Ditemui usai meninjau progress pembangunan Stadion Olympic Mini, Gamalis menjelaskan, antisipasi yang akan dilakukan apabila realisasi anggaran tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan adalah yang pertama yakni mengurangi jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, yang kedua adalah penyelenggaran tidak dilakukan di Kabupaten Berau saja, tetapi akan disebar ke kabupaten/kota lainnya.
“Antisipasi terakhir ini adalah yang terburuk dan jangan sampai terjadi, yakni pengunduran Porprov ke tahun 2023 mendatang,” jelasnya Selasa (16/11/2021).
Ia melanjutkan, mengatasi masalah anggaran memang ada beberapa cara yang bisa dilakukan selain berharap dari provinsi, salah satunya adalah melalui dana Corporate Social Responsibilty (CSR) perusahaan yang ada di Berau.
“Perusahaan juga diharap kontribusinya terhadap terselenggaranya Porprov. Seperti di daerah lain juga ada yang menggandeng pihak ketiga sebagai sponsorship,” sambungnya.
Selain pembangunan stadion olympic mini, beberapa vanue lainnya juga belum dimulai tahap pembangunannya, diakui Gamalis hal tersebut yang saat ini sedang dikejar ke provinsi. Menurutnya, kalau melihat persiapan sekarang, memang sudah harus berfikir untuk memikirkan opsi satu dan dua.
“Makanya setelah menghadap provinsi, baru bisa kita analisa akan menggunakan opsi pengurangan cabor atau opsi membagi tempat tanding,” tuturnya.
Ia menambahkan, untuk pembangunan stadion Olympic mini, saat ini progresnya sudah 91 persen, menyisakan kelistrikan dan parkiran. Ditargetkan pembangunan secepatnya akan selesai dengan menggunakan APBD Kabupaten.
“InsyaAllah besok kami menghadap provinsi untuk bertemu dengan Sekprov sebagai ketua TAPD, karena memang ini even milik provinsi dan kami mengharapkan pihak provinsi dapat berkontribusi lebih,” tandasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan