Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau Nofian Hidayat kepada Korankaltim.com siang tadi menjelaskan hal ini.
“Kami memberikan edukasi dan inspeksi mendadak kepada dunia pendidikan mulai dari jenjang TK hingga SMA di empat kecamatan kota. Kami berharap satgas kecamatan lain juga turut membantu pengawasan Prokes di wilayah kerja masing-masing,” kata Nofian.
Tujuan dilakukannnya operasi yustisi dalam lingkungan sekolah agar tidak lengah dan menganggap pandemi Covid-19 sudah berakhir.
Selain itu pihaknya ingin menumbuhakan kepercayaan dari wali murid terhadap keamanan sekolah terkait dengan protokol kesehatan.
Giat operasi yustisi direncanakan akan berlangsung hingga 5 November nanti. “Hari ini ada 10 sekolah yang kami datangi,” jelas Nofian.
Dan dari 10 sekolah yang didatangi, hampir semua melanggar, terutama dalam hal menjaga jarak di dalam kelas. Selain itu ditemui beberapa oknum yang tidak memakai masker atau menggunakan masker tertapi tidak sesuai dengan yang seharusnya.
Menurutnya, sudah terlalu lama anak-anak belajar di rumah sehingga pada saat tiba untuk melakukan pembelajaran tatap muka, jangan sampai justru berbahaya bagi anak-anak. “Oknum ini tidak harus guru ya, mungkin security atau lainnya, intinya mereka yang ada di sekolah,” sebut Nofian lagi.
Sementara Kepala Madrasah Ibtidaiyah 1 Berau Winarsih menuturkan, ia akan memastikan dan melakukan peneguran terhadap oknum di sekolahnya yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan selama kegiatan PTM berjalan.
Pihak sekolah sudah berusaha semaksimal mungkin dari pemenuhan sarana dan prasaranan protokol kesehatan.
“Ada 13 daftar yang harus kami penuhi dan itu sudah kami penuhi semua, tetapi karena ini baru hari pertama mungkin masih dibutuhkan pembiasaan, karena terus terang saja kalau mengajar sambil menggunakan masker kami dari guru juga merasa kesulitan, jadi tanpa sadar kadanng masker ini terlepas,” ujar Winarsih.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur