
“Sedikitnya dalam satu pos akan diisi 15 prajurit Armed,” kata Yudhi kepada Korankaltim.com. Tugas sembilan bulan terhitung sejak 1 Oktober 2021 hingga Juni 2022 mendatang. Ia mengaku, pasukannya telah dilatih mulai bulan Januari 2021 untuk persiapan penjagaan tersebut. “Jadi sepanjang tahun kami terus berlatih tentang materi terkait penjagaan perbatasan yang didapatkan dari komando atas,” sebutnya lagi.
Selama 12 tahun sejak Batalyon Armed 18/Komposit Berdiri, Yudhi mengaku ini merupakan kali pertama satuannya mendapat tugas menjaga perbatasan dan dirinya akan berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan misi yang telah diberikan kepadanya dan satuan. “Kami akan menjaga kepercayaan itu dengan cara berhasil, berhasil melaksanakan penugasan dan tidak ada pelanggaran. Intinya prajurit siap menjaga perbatasan RI-Malaysia,” tegasnya.
Misi yang akan dilakukan selama penugasan ini adalah patroli patok perbatasan dan menjaga lintas batas negara.
Masih banyak penyelundupan barang ilegal yang terjadi, seperti narkoba, miras dan tenaga kerja illegal termasuk dengan menjaga agar tidak terjadi perambahan hutan di wilayah Indonesia. “Saya akan kembali lagi, mohon doanya untuk seluruh pasukan saya yang berangkat dan kembali semoga utuh 550 orang,” papar Yudhi.
Selama bertugas mereka juga masih meninggalkan puluhan prajurit untuk menjaga markas di Kabupaten Berau dan ibu persit, karena ada kurang lebih 300 ibu persit dan wilayah Berau yang harus pihaknya jaga. “Jadi ada Komando Rumah ntuk menjaga bataliyon,” ucap Yudhi.
Sementara Sri Juniarsih yang ditemui usai melepas prajurit TNI-AD menuturkan, pemerintah memberikan support dan semangat untuk para prajurit dan berusaha mengakomodir dan mengayomi ibu persit yang ditinggal suaminya bertugas. “Saya sudah koordinasikan dengan ibu camat agar bisa memberdayakan mereka sehingga memiliki kesibukan selama sembilan bulan kedepan,” ucap Sri Juniarsih.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur