Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Totoh Hermanto mengaku telah mendapat kabar ada warga di Kecamatan Batu Putih, menjadi yatim piatu, akibat orangtuanya meninggal dunia karena terkonfirmasi Covid-19.
Ia mengatakan saat ini pihaknya telah menyiapkan bantuan sembako, Pemkab Berau juga telah bekerjasama dengan pihak ketiga yakni perusahaan yang beroprasi di Berau untuk menyalurkan bantuan.
"Untuk pemberian sembako, Pemkab melalui asisten telah menghimpun bantuan dari Baznas, perusahaan dan donatur lainnya," jelasnya, Senin (23/8/2021).
Dikatakan Totoh, ada dua penyelesaian yang akan diberikan Pemkab Berau. Pertama, jangka pendek yakni pemberian sembako. Kedua, jangka panjang, mereka akan dimasukan ke Data Terrpadu Kesejateran Sosial (DTKS), sehingga bantuan akan berlangsung secara berkelanjutan.
"Kita tidak lepas tangan begitu saja," singkat Totoh.
Ia melanjutkan, saat ini pihaknya bekerjasama dengan Tim Satgas Kabupaten untuk mengumpulkan data ahli waris yang ditinggal, untuk diberikan bantuan. "Belum terkumpul datanya," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Novian Hidayat, mengaku saat ini anak yatim piatu yang terdata akibat kedua orangtuanya meninggal karena terpapar Covid-19 baru satu keluarga di Kampung Ampen Medang.
"Yang kita terima baru satu keluarga yang anaknya menjadi yatim piatu," jelas Novian.
Ia menambahkan, saat ini data anak yang ditinggal orangtuanya karena meninggal akibat Covid-19 masih dikumpulkan oleh Satgas Kecamatan, kemudian nantinya akan dijadikan satu, dan diserahkan ke Satgas Kabupaten. Agar bantuan bisa tersalurkan tepat sasaran.
"Masih dikumpulkan, yang menjadi yatim cukup banyak, tapi nanti kita pastikan lagi," pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan