Dikatakan Iswahyudi, stres dapat membuat imun seseorang menurun, sehingga daya tahan tubuh menjadi lemah dan mudah diserang oleh virus. Menurutnya hal inilah yang membuat kasus terkonfirmasi terus meningkat.
"Ya tidak dapat dipungkiri, itu menjadi salah satu faktornya," jelasnya, Rabu (11/8/2021).
Ia menjelaskan, tingkat stres yang tinggi dan Protokol Kesehatan (Prokes) yang tidak disiplin dapat berpengaruh besar pada sistem kekebalan tubuh seseorang.
Ishwayudi juga mengingatkan warga pentingnya menjaga imun dan disiplin menjaga prokes agar tidak terpapar Covid-19.
"Imun itu penting. Kadang seseorang yang stres, pikiran tidak tenang. Gelisah, akhirnya susah tidur. Begadang dan daya tahan tubuh turun," tuturnya.
Ia melanjutkan, saat ini tergantung sistem prokes dan juga daya tahan tubuh manusia yang dapat mencegah penyebaran Covid-19. Iswahyudi mengatakan menjaga imun bisa dengan cara sederhana, salah satunya adalah bahagia.
Namun ia mengingatkan masyarakat agar tetap meminum vitamin tambahan.
"Sangat , kunci Covid ini imun, kalau orang stres dan kurang tidur , pasti imunnya turun dan bila terpapar covid bisa makin berat," sambungnya.
Ia menambahkan, setelah terpapar, kondisi pasien bisa semakin parah dengan adanya penyakit bawaan atau komorbid. Virus tersebut akan semakin gencar menyerang sistem kekebalan tubuh. Semakin parah, maka pasien akan mengalami gagal napas. Saturasi oksigen menurun drastis.
"Penyebab pasien meninggal rata-rata karena gagal napas," ujar Iswahyudi.
Saat disinggung apakah ada hubungannya dengan pemberlakuan jam malam yang dinilai membuat para pedagang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Iswahyudi mengungkapkan, bisa jadi hal ini menjadi faktor. Terlebih perekonomian saat ini porak poranda.
"Kita serba salah. Dibiarkan juga melanggar peraturan. Diterapkan stres meningkat," paparnya.
Iswahyudi mengimbau kepada masyarakat agar jika ada vaksinasi, bisa mendaftarkan diri. Hal ini bertujuan untuk memperkebal diri dari Covid-19.
"Intinya imun dan prokes itu sesuatu yang penting," pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan