Kepada korankaltim.com, Arif Mulyono Senin (2/8/2021) pagi tadi menjelaskan, warganya itu mendapat perlakuan tidak menyenangkan berupa pengusiran dari indekos dari sang pemilik di wilayah Kelurahan Gunung Panjang. Dengan keadaan bingung tidak tahu harus pergi kemana lagi, pasien Isoman tersebut mengendarai motor hingga ke Hutan Kota Tangap.
“Saat kami lakukan penjemputan, pasien dalam kondisi kurang sehat karena mengalami demam,” jelas Arif..
Setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Berau, AR kemudian ditempatkan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Cantika Swara untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Kami langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas agar yang bersangkutan bisa ditempatkan di RSD daripada terlantar,”sambungnya.
Sebagai Lurah, Arif mengaku keberatan jika ada warganya yang diperlakukan tidak baik di wilayah lain selama menjalankan isolasi mandiri. Sebab ia menegaskan jika ada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri di wilayahnya walaupun bukan warga Kelurahan Karang Ambun, ia bersama dengan petugas akan memberikan perhatian selama yang bersangkutan melapor kepada Satgas kelurahan.
“Yang jelas kami akan menerima dengan baik melalui Satgas Kelurahan, kan kasian sudah sakit lalu harus mengalami perlakuan tidak menyenangkan bahkan hingga pengusiran,” paparnya.
Pihaknya selalu menghimbau kepda masyarakat jangan menganggap pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri sebagai aib. Justru sebagai warga yang hidup bersama harus saling tolong menolong.
“Masyarakat jangan main hakim sendiri,” tegas Arif.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur