"Memang kita mengalami keterbatasan tenaga pemusalaran dan pemakaman jenazah pasien Covid-19. Untuk itu kita rekrut beberapa relawan dengan dasar rasa kemanusiaan dalam kondisi sekarang ini," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kubar, Kamius Junaidi, Jumat (30/7/2021).
Beberapa relawan yang direkrut tersebut dikatakannya sudah menjalani beberapa pelatihan langsung dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kubar. Khususnya cara pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) ketat sejak pasien Covid-19 dinyatakan meninggal. Hingga saat proses penguburan di pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 di Gesaliq, Kecamatan Barong Tongkok maupun pemakaman khusus di tingkat kecamatan dan kampung.
"Jadi sudah mendapatkan pelatihan, apa saja yang harus dihindari dan juga dilaksanakan. Yang pastinya protokol kesehatannya sangat ketat dengan memakai baju pelindung. Baik saat memakai maupun saat melepas APD dan juga saat membersihkan diri dengan disinfektan," jelasnya.
Dengan adanya relawan tersebut, diharapkan penanganan jenazah pasien Covid-19 ini bisa secara maksimal dilakukan. Meskipun tidak sedikit relawan yang diambil dari beberapa instansi, dinas hingga masyarakat umum ini mendapat sedikit perlakuan yang kurang menyenangkan. Karena dijauhi dan dianggap sebagai orang yang sudah pasti terpapar Covid-19 dan membawa virus dari jenazah.
"Ini yang sebenarnya harus diketahui masyarakat. Para relawan kan sudah mendapat pelatihan sebelumnya. Mereka pun menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Memang kita sekarang ini harus menjaga jarak antara satu dan yang lain. Namun bukan berarti mencap para relawan ini sebagai orang yang membawa virus Covid-19 karena menangani jenazah," ungkapnya.
Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat agar jangan sampai memberikan stigma sosial kepada para relawan sebab mereka pun sama halnya seperti tenaga kesehatan (nakes) yang mengurusi pasien Covid-19. Yang memang mematuhi prosedur dan juga prokes ketat selama menjalankan tugas kemanusiaan dalam masa pandemi ini.
"Jangan menjauhi dan menyematkan kesan negatif, tidak perlu takut dengan mereka (relawan). Karena itu tadi, mereka sudah mendapat pelatihan dan juga menerapkan prokes ketat yang memang sesuai prosedur," harapnya.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor : Bambang Irawan