"Saat penerimaan seleksi diikuti oleh 80 peserta, tetapi yang dinyatakan lulus hanya 20 peserta. Sedangkan kebutuhannya 50 nakes jadi masih kurang 30 nakes," jelasnya Minggu (25/7/2021).
Iswahyudi mengaku, dengan terus melonjaknya pasien Covid-19 yang bergejala berat dan membutuhkan perawatan, pihaknya sangat membutuhkan tenaga kesehatan dalam waktu sepekan. “Yang utama itu Nakesnya. Karena banyak Nakes kita yang sudah terkonfirmasi,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah jauh hari melakukan penerimaan. Namun banyak peserta yang gugur. Ada juga peserta yang lulus tapi berada di luar daerah. Sehingga menyulitkan untuk dilakukan penerimaan lanjutan.
“Sebenarnya ada 30, tapi yang 10 berada di luar Berau,” ucapnya. Terlebih saat ini jumlah pasien di rumah sakit sudah lebih dari 100 persen kapasitas yang disediakan. “Bed cuma 76. Kemudian, pasien lebih dari itu. Nakes bekerja ekstra,” ucap Iswahyudi.
Ia menjelaskan, Nakes yang terkonfirmasi Covid-19 diduga karena kelelahan, karena dalam beberapa pekan belakangan. Jumlah kasus terkonfirmasi di Bumi Batiwakkal terus mengalami kenaikan yang sangat tinggi. “Kelelahan itu faktor utama. Imun menurun, terlebih selalu kontrak dengan pasien,” tuturnya.
Terkait masalah ruangan. Iswahyudi menuturkan, pihaknya tidak menemui kendala untuk masalah ruangan. Karena sudah mempersiapkan ruangan tambahan di rumah sakit tersebut guna menampung pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala berat. “Tidak ada kendala untuk ruangan,” ujarnya.
Begitu juga dengan stok oksigen. Ia menjelaskan, untuk pasokan oksigen dipastikan aman, karena telah bekerjasama dengan pihak ketiga. Sedangkan untuk Rumah Sakit Pratama, Talisayan. Dikatakannya telah memiliki alat sendiri untuk pengisian tabung oksigen. “Tabung tidak ada masalah. Hanya Nonrebreathing oxygen face mask (NRM) yang kurang,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan