"Rumah kan jauh dari ujung sana, jadi tidak bisa ngambil air bersih ke sini, mungkin kalau ada kendaraan seperti mobil pengangkut bisa, tapi kita jalan kaki," tutur Sumiatun.
Ia meminta penambahan tandon air yang ditempatkan pada dekat lingkungan tempat tinggalnya. "Seharusnya disana ditambah satu tandon air lagi sehingga mudah dijangkau oleh lebih banyak masyarakat," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Berau Askar menuturkan, selain menyalurkan bantuan hasil kerjasama BPBD bersama PMI berupa air bersih. Pihaknya juga datang untuk meninjau dan menampung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
"Karena tandon air ini lokasinya jauh, kasihan masyarakat. Jadi kami akan melaporkan kepada pimpinan, kebetulan tujuan kami kesini bukan hanya menyalurkan bantuan air bersih tetapi juga sekaligus memonitor apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat yang mendesak, secepatnya akan kita realisasikan," jelasnya.
Ia menuturkan, pihaknya akan memenuhi kebutuhan dari 13 kampung yang terdampak banjir. Kalau bisa semua kita salurkan, tergantung dari apa yang diperlukan, apa yang diminta oleh kampung pasti kita bantu Saat" ini masih air bersih menjadi hal yang paling diperlukan. "Sementara hari ini kita salurkan ke dua titik, yakni di Kampung Tumbit Melayu dan Tumbit Dayak," sambungnya.
Ia menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala kampung serta tokoh masyarakat untuk menampung hal apalagi yang menjadi kebutuhan masyarakat selain air bersih dan makanan pokok. "Seperti kesehatan, mereka belum ada," tandasnya.[]
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Rusdi