Ia mengungkapkan, baik penumpang yang berangkat maupun datang jumlahnya sama.
“Kapasitas pesawat bisa menampung hingga 188 penumpang. Kalau saya liat akumulasi penumpan sudah diatas 90 persen baik datang maupun berangkat,” bebernya.
Ia menuturkan, pihaknya akan tetap mengedepankan pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Bumi Batiwakkal. Penjaringan tetap dilakukan sesuai regulasi yang berlaku bagi penumpang, baik yang berangkat maupun datang di Bandara Kalimarau.
“Larangan mudik itu artinya sudah tidak berlaku, namun kita masih tetap menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes),” sambungnya.
Ia menambahkan, terhitung tanggal 19 Mei jumlah penerbangan akan ditambah. Ada pula penambahan jumlah armada baru dalam waktu dekat di Bandara Kalimarau yakni berasal dari maskapai Air Asia.
“Penerbangan akan bertambah, mungkin makapai Garuda akan mulai beroprasi besok, perizinan Air Asia juga sudah selesai tinggal menunggu waktu yang tepat kapan mulai beroprasi,” tuturnya.
Ia berharap, dengan semakin banyaknya maskapai yang masuk dapat meningkatkan persaingan dalam pelayanan maupun harga yang lebih kompetitif.
“Jadi semakin banyak maskapai yang masuk, bukan tidak mungkin harga menjadi terjangkau dan ini juga menguntungkan masyarakat. Saya berharap seluruh penerbangan yang ada di Bandara Kalimarauu dapat berjalan dengan lancar,” lanjutnya.
Sambungnya, pelayanan tes antigen dan GeNose telah tersedia di Bandara Kalimarau. Saat ini telah ada dua klinik yang beroprasi di Bandara Kalimarau yang melayani tes antigen dan GeNose.
“Jadi masyarakat memiliki keleluasaan dalam memilih tes yang diinginkan, baik itu mau tes antigen maupun GeNose. Utamanya yang menjadi prioritas bagi kami adalah pelayanan terhadap masyarakat,” tandasnya.[]
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Rusdi