“Kalau di kota biasanya permasalahan ada pada drainase yang tersumbat, tapi kalau disana (desa) tidak mugkin persoalan drainase tapi akibat meluapnya air sungai. Itu disebabkan karena yang pertama adalah akibat intensitas hujan yang begitu tinggi,” kata Agus Senin (17/5/2021) hari ini.
Banjir di Kampung Long Lanuk, Merasa, Tumbit dan sekitarnya merupakan siklus alam yang terjadi pada periode tertentu setiap tahun. Namun disamping siklus alam, ada juga sebagian wilayah yang mengalami degradasi diakibatkan dari berbagai kegiatan, baik itu penebangan hutan, aktivitas perkebunan maupun pertambangan. “Otomatis kan itu menyumbang terjadinya banjir juga,” jelasnya.
Masyarakat memang meminta menguragi dampak banjir yang kerap terjadi dan pemerintah telah melakukan upaya seperti peninggian jalan poros utama dengan harapan saat banjir akses utama tidak terputus untuk mempermudah evakuasi maupun penyaluran bantuan. Terkait bangunan sekolah yang terdampak banjir, saat ini tengah dalam pembangunan bangunan sekolah di dataran tinggi. “Sekolah sudah kami bangun yang lokasinya dekat dengan jalan poros Labanan – Tumbit untuk menghindari banjir,” sebut Agus.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur