Mudzakkir, Camat Batu Putih Kabupaten Berau mengatakan, tim gabungan telah melakukan pencarian selama tiga hari namun tidak membuahkan hasil.
“Namun pihak keluarga di sini tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memanggil pawang-pawang yang ada di Berau maupun Kalimantan Utara,” ujarnya.
Ia mengaku mendapat informasi dari pihak keluarga bahwa pawang dari Bulungan telah menemukan buaya yang memangsa korban.
“Posisi buaya di Muara Berau sedang berada di pantai. Korban ditemukan sekitar jam 4 dini hari dikeluarkan dari perut buaya. Anggota tubuh yang ditemukan bagian kaki hingga paha,” ungkapnya, Rabu (21/10/2020).
Saat ini, potongan tubuh korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Meski begitu, keluarga korban belum meyakini potongan tersebut benar-benar milik korban.
“Untuk memastikan bahwa organ yang ditemukan benar-benar milik korban, pihak keluarga mengambil sampel untuk di cocokkan DNA secara pribadi dengan menghubungi pihak rumah sakit,” bebernya.
Basri, pawang buaya yang didatangkan langsung dari Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, mengaku menemukan buaya yang memangsa korban pada Selasa (20/10/2020) sekitar pukul 04.00 wita.
“Itu pas hari kelimabelas, kami ambil korban dari buaya. Kami bunuh buayanya, karena posisi korban di perut buaya. Setelah diambil, buayanya langsung kami kubur,” ungkapnya.
Diketahui, yang ditemukan ternyata potongan tubuh bagian kaki hingga paha yang diyakini merupakan milik korban.
Mengenai cara menemukan korban tersebut, Basri menyebut hal itu merupakan rahasia pawang.
“Itu rahasia. Namun, di dalam badan buaya itu ada suatu barang. Kalau orang kampung bilangnya itu barang halus,” ujarnya.
Menurut Basri, ada dua kemungkinan mengapa korban dimangsa buaya. Namun lagi-lagi hal tersebut dirahasiakan.
“Namun kemungkinan lainnya adalah dia sedang kepuhunan,” ujarnya.
Kepuhunan adalah sebuah mitos masyarakat lokal di Kalimantan, istilah ini digunakan ketika seseorang ingin pergi ditawari makan dan minum tetapi tidak mengindahkan dan akhirnya tertimpa musibah.
Penulis : Indra
Editor : Rusdi