DPRD Balikpapan Ingatkan Masyarakat Hindari Pembakaran Saat Kemarau untuk Cegah ISPA
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Hamid mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan kesehatan pernapasan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), selama musim kemarau berlangsung.
Kondisi kemarau yang disertai munculnya asap di sejumlah wilayah di Kaltim perlu diantisipasi bersama dan satu diantara langkah yang dapat dilakukan masyarakat adalah menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan asap maupun percikan api. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar sama-sama menjaga lingkungan. Jangan membakar sampah sembarangan dan jangan sampai menimbulkan percikan-percikan api, terutama di kawasan yang banyak hutannya,” kata Hamid Rabu (26/8/2026).
Masyarakat diharapkan mematuhi ketentuan waktu pembuangan sampah yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Balikpapan. Warga juga diminta tidak mengambil jalan pintas dengan membakar sampah di lingkungan tempat tinggal.
Pencegahan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi meluasnya asap yang dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. “Lebih baik mencegah, jangan sampai terjadi kebakaran atau asap yang kemudian berdampak kepada masyarakat,” paparnya.
Selain mengantisipasi potensi kebakaran, Hamid juga meminta Dinas Kesehatan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya ISPA yang dapat muncul akibat paparan asap.
Dinas Pendidikan juga diminta untuk turut mengambil langkah perlindungan terhadap pelajar, diantaranya dengan menyediakan masker ketika kondisi udara di Balikpapan mulai dipengaruhi asap. "Untuk mengurangi penyakit ISPA yang kita takutkan dan khawatirkan, perlu ada langkah bersama untuk melindungi masyarakat,” ujar Hamid lagi.
Paparan asap dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan warga yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara. Karena itu masyarakat diajak tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk pembakaran sampah maupun aktivitas pembukaan lahan yang menggunakan api. “Jangan sampai terjadi penyakit yang disebabkan oleh asap tersebut. Mari sama-sama menjaga dan melindungi diri,” tutup Hamid.
Editor: Aspian Nur










