Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud meminta lurah dan camat memperkuat sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama untuk membuka lahan pertanian maupun ladang.
Pesan tersebut juga diminta diteruskan kepada masyarakat melalui ketua RT. Pengawasan di tingkat lingkungan dinilai penting untuk mencegah aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu munculnya titik api. “Pak lurah dan camat harus berkoordinasi setiap saat dan menyampaikan kepada semua warga melalui RT masing-masing untuk menjaga lingkungan,” kata Rahmad Senin (24/8/2029).
Pembakaran lahan untuk membuka area pertanian tidak boleh dilakukan dalam kondisi saat ini. Begitu pula dengan aktivitas pembakaran sampah di sekitar kawasan hutan yang dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Perangkat daerah terkait juga diminta memastikan arahan tersebut sampai kepada masyarakat. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dari tingkat lingkungan agar potensi kebakaran dapat ditekan. “Larangan untuk membakar dalam bentuk apa pun, untuk membuat lahan pertanian, membuka lahan untuk ladang atau membakar sampah di wilayah hutan sekitar kita. Itu menjadi rentan,” sebut Rahmad.
Selain memperkuat koordinasi dengan camat dan lurah, Pemkot Balikpapan menyiapkan BPBD untuk menghadapi potensi karhutla. Kesiapan tersebut mencakup langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran.
Peran RT dan lurah menjadi penting karena berada paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, komunikasi dan penyampaian informasi mengenai larangan pembakaran diharapkan dilakukan secara berkelanjutan.
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran rumah. Ia meminta masyarakat memeriksa instalasi listrik dan kabel yang sudah lama digunakan untuk mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran. “Perlu kami tinjau dan cek sehingga tidak terjadi masalah korsleting yang menyebabkan kebakaran rumah,” tutup Rahmad.
Editor: Aspian Nur