Untuk pertama kalinya, Salat Idulfitri digelar di masjid utama ibu kota baru tersebut. Sejak pagi, ribuan jemaah berdatangan, tidak hanya dari kawasan IKN, tetapi juga dari Balikpapan, Samarinda, dan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur.
Salat dimulai pukul 07.15 Wita dan berlangsung khusyuk. Jemaah memadati hampir seluruh area masjid, mulai dari lantai dasar hingga lantai tiga.
Suasana tidak hanya diwarnai ibadah. Di sela pelaksanaan salat, tampak interaksi hangat antarjemaah, warga yang saling menyapa, hingga momen swafoto yang mencerminkan antusiasme berada di pusat ibu kota baru.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut pelaksanaan Salat Idulfitri di IKN menjadi momentum penting.
“Alhamdulillah kita bisa menyelenggarakan Salat Idulfitri hari ini di masjid kita. Antusiasmenya besar sekali, tidak hanya dari Balikpapan, Samarinda, dari Bontang, dari mana saja pada datang,” ujarnya.
Ia menilai, ke depan kawasan IKN tidak hanya akan berkembang dari sisi fisik, tetapi juga kehidupan sosial dan keagamaan.
“Mudah-mudahan ini membuat masjid ini semakin makmur setelah Ramadan,” katanya.
Basuki juga mengungkapkan, pembangunan fasilitas keagamaan di IKN dilakukan secara bertahap. Tidak hanya masjid, ke depan akan dibangun berbagai rumah ibadah agama lain.
“Sekarang yang sudah ada kan basilika. Nanti ada gereja, ada kelenteng, ada vihara. Bertahap, pasti sudah ada desainnya semua,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menyebut dirinya bersama sejumlah pegawai sudah mulai menetap di IKN sejak tahun lalu. Tahun ini, perpindahan aparatur sipil negara akan dilakukan secara bertahap.
“Kami sudah pindah di sini mulai Ramadan tahun lalu. Tahun ini ASN juga akan segera pindah, bertahap,” tambahnya.
Usai salat, suasana berubah menjadi lebih cair. Warga tampak menikmati momen Lebaran dengan berkeliling area masjid, berfoto, hingga mengabadikan pengalaman pertama mereka merayakan Idulfitri di IKN.
Salah satu warga asal Balikpapan, Yuli Sinta Novianti, mengaku takjub dengan suasana yang ia rasakan. Baginya, kehadiran masyarakat dari berbagai daerah dalam satu momen seperti ini menunjukkan bahwa IKN bukan hanya pusat pemerintahan yang sedang dibangun, tetapi juga mulai menjadi ruang bersama.
“Jadi setelah satu dibuka, saya sejak kemarin sudah ada di sini (IKN, red), mudahan ini menjadi simbol peradaban muslim yang baik di IKM,” pungkasnya.
Editor: Erwin