Pembukaan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran serta memberikan alternatif jalur bagi masyarakat yang melintas menuju wilayah Penajam Paser Utara hingga Kalimantan Selatan.
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, mengatakan pembukaan tol secara fungsional ini merupakan hasil evaluasi dari operasional sebelumnya, sekaligus untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama arus mudik.
Pada periode mudik tahun ini, ruas tol yang dibuka memiliki panjang mencapai 52,5 kilometer. Panjang tersebut bertambah sekitar 2,5 kilometer dibandingkan saat periode mudik Natal dan Tahun Baru sebelumnya yang hanya dibuka sepanjang 50 kilometer.
“Untuk tahun ini kita buka sepanjang 52,5 kilometer. Ini berbeda dengan fungsional saat Nataru kemarin yang hanya 50 kilometer, jadi ada penambahan sekitar 2,5 kilometer,” ujarnya seusai peninjauan terakhir, Kamis (12/3).
Selain penambahan panjang ruas yang dibuka, akses masuk menuju tol dari arah Balikpapan juga diperluas. Jika sebelumnya kendaraan hanya dapat masuk melalui Gerbang Tol Manggar, kini masyarakat juga dapat menggunakan akses baru melalui Tol 1B.
Menurut Yudi, pembukaan akses tambahan tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap kepadatan kendaraan di jalan nasional menuju Gerbang Tol Manggar pada periode sebelumnya.
“Akses Tol 1B bisa dilalui dari sejumlah jalur seperti kawasan Dome Balikpapan, Taman Tiga Generasi, Stadion Batakan hingga jalan depan Polda Kaltim yang terhubung dengan Ring Road Balikpapan,” jelasnya.
Sementara dari arah sebaliknya, kendaraan yang datang dari wilayah Penajam Paser Utara dapat masuk atau keluar melalui Gerbang Tol Pulau Balang.
Selama periode operasional fungsional ini, tol dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat. Meski demikian, pengendara tetap diwajibkan menempelkan kartu uang elektronik di gerbang tol untuk kepentingan pencatatan lalu lintas kendaraan.
Pengoperasian tol juga masih bersifat terbatas karena sejumlah fasilitas belum sepenuhnya selesai dibangun, termasuk penerangan jalan. Oleh karena itu, tol hanya dibuka pada pukul 06.00 hingga 18.00 WITA setiap hari.
“Karena penerangan jalan belum tersedia, maka operasional kami batasi hanya sampai pukul enam sore. Jika terjadi kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, tol juga bisa ditutup sementara demi keselamatan pengguna jalan,” katanya.
Lanjut Yudi, dalam peninjauan akhir sebelum resmi kembali dibuka. Tol itu sudah dipastikan sudah bisa kembali digunakan, termasuk yang yang sebelumnya sempat mengalami pergeseran. “Hanya ada sedikit evaluasi terkait rambu saja,” ungkapnya.
Editor: Erwin