“Kita tidak boleh tergantung energi dari luar. Suatu negara tidak masuk akal ingin merdeka kalau masih tergantung energi dari negara lain. Kita harus mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026) kemarin.
Menurutnya, bangsa Indonesia sebenarnya telah diberi karunia sumber daya energi yang luar biasa oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Cadangan batu bara Indonesia termasuk salah satu yang terbesar di dunia. Selain itu, Indonesia juga memiliki kemampuan menghasilkan energi dari tanaman seperti kelapa sawit, memproduksi gas dari batu bara, hingga mengembangkan berbagai produk energi turunan lainnya.
“Kita bisa hasilkan solar dari tanaman, kita bisa hasilkan gas, kita bisa hasilkan bensin dan produk-produk energi lainnya. Kita juga punya geothermal terbesar di dunia, potensi tenaga air, dan ke depan kita akan kembangkan tenaga surya dengan panel-panel listrik,” ujarnya.
Prabowo menilai kemandirian energi menjadi syarat mutlak bagi berdirinya sebuah negara modern yang kuat. Ia optimistis target swasembada energi dapat dicapai dalam lima hingga tujuh tahun, bahkan bisa lebih cepat jika seluruh pihak bekerja secara disiplin dan konsisten.
“Kita harapkan dalam lima tahun bisa mencapai ini. Kalau tidak lima tahun, tahun keenam atau ketujuh. Yang penting kita menuju ke situ. Tapi siapa tahu dengan kerja keras kita bisa lebih cepat,” kata Prabowo.
Dalam waktu dekat, pemerintah akan mulai merealisasikan 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy). Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi strategis dalam mengatasi krisis sampah di kota-kota besar sekaligus memperkuat pasokan energi nasional.
“Sampah kita bersihkan, kita ubah menjadi listrik. Ini sangat penting karena sampah kita sudah menumpuk luar biasa dan bisa menjadi bencana kalau tidak segera ditangani,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, proyek-proyek tersebut membutuhkan waktu sekitar dua tahun hingga dapat beroperasi secara penuh. Selain memberikan manfaat lingkungan, proyek ini juga diproyeksikan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di daerah-daerah pelaksana.
Tak hanya itu, Prabowo juga mengumumkan rencana dimulainya sedikitnya enam proyek hilirisasi industri dalam waktu dekat, bahkan berpotensi berkembang hingga 11 proyek. Total nilai investasi proyek-proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar USD 6 miliar.
“Kita juga akan menerima investasi besar-besaran dari luar. Karena itu kita harus benar-benar menyiapkan manajemen dan manajer-manajer muda yang bisa menjaga dan mengelola proyek sampai industrialisasi berjalan dengan benar,” ujarnya.
Menurut Prabowo, masuknya investasi dan masifnya pembangunan proyek energi dan industri akan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja nasional, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini akan membuka banyak lapangan kerja, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat industri nasional,” katanya.
Prabowo kemudian menyinggung keberhasilan pemerintah dalam mencapai swasembada beras lebih cepat dari target sebagai bukti bahwa lompatan besar dapat dicapai melalui deregulasi dan kerja lintas sektor.
“Saya beri target swasembada beras empat tahun, ternyata kita capai dalam satu tahun. Kita memangkas 145 peraturan yang tidak masuk akal, pupuk langsung sampai ke petani, harga pupuk turun, produksi naik,” tuturnya.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi modal optimisme bahwa swasembada energi juga dapat diwujudkan lebih cepat apabila seluruh jajaran bekerja dengan semangat yang sama dan menjunjung integritas.
“Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah. Kita harus menjadi bangsa yang kuat, percaya diri, dan mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur