Presiden dijadwalkan tiba di Kota Minyak melalui Bandara VVIP Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan siang nanti. Kemudian, RI 1 melanjutkan perjalanan menuju ke Jalan Yos Sudarso untuk peresmian mega proyek RDMP.
Kesiapan pengamanan menyambut itu, ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP yang dipimpin Komandan Korem (Danrem) 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul di Balikpapan. Apel iji bertujuan memastikan kesiapan personel, kelengkapan peralatan, serta koordinasi lintas instansi agar seluruh rangkaian agenda kenegaraan dapat berjalan aman dan lancar.
“Seluruh kekuatan disiagakan dalam beberapa lapis pengamanan, mulai dari ring 1, ring 2 hingga ring 3, yang mencakup jalur kedatangan Presiden, lokasi kegiatan utama, objek vital, hingga kawasan penyangga di sekitar kota,” ujarnya.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Anggara Sitompul menekankan pentingnya profesionalisme dan kedisiplinan seluruh personel di lapangan. Ia mengingatkan agar setiap unsur memahami secara detail tugas, tanggung jawab, dan prosedur tetap pengamanan yang telah ditetapkan.
“Pengamanan VVIP memang sudah sering kita laksanakan, namun jangan sampai rutinitas menurunkan kewaspadaan, kedisiplinan, dan semangat dalam bertugas. Seluruh personel harus tetap fokus dan siap menghadapi segala kemungkinan,” tegas Anggara.
Menurutnya, kunjungan Presiden RI merupakan kegiatan kenegaraan dengan tingkat kerawanan tinggi sehingga membutuhkan kesiapan maksimal, mulai dari pengamanan personel, pengaturan lalu lintas, hingga pengendalian kerumunan masyarakat.
“Setiap potensi gangguan harus diantisipasi sejak dini melalui koordinasi yang solid dan pola tindak yang jelas di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo menyampaikan keberhasilan pengamanan sangat bergantung pada soliditas dan sinergi antara TNI, Polri, serta pemerintah daerah.
Ia menegaskan seluruh personel wajib memahami prosedur pengamanan dan menjalankan tugas secara profesional dengan prinsip zero tolerance terhadap setiap potensi ancaman keamanan.
“Momentum kunjungan pejabat tinggi negara membutuhkan kesiapsiagaan penuh. Koordinasi antarinstansi harus berjalan efektif agar situasi keamanan tetap kondusif,” ujar Gatot.
Melalui apel kesiapan tersebut, diharapkan tercipta kesamaan pola tindak, komunikasi yang efektif, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung pengamanan. Dengan demikian, pelaksanaan kunjungan kerja Presiden RI di Balikpapan dan wilayah Kaltim dapat berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.
Editor: Erwin