RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis nasional dengan nilai investasi sekitar Rp123 triliun. Pengembangan kilang telah berlangsung sejak 2016 dan kini memasuki tahap operasional penuh setelah melalui proses pembangunan bertahap.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan proyek ini dirancang sebagai sistem terintegrasi yang menghubungkan seluruh rantai pengolahan minyak mentah, mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses produksi.
“RDMP Balikpapan dibangun secara terintegrasi agar alur pasokan minyak mentah lebih efisien serta keandalan operasional kilang semakin meningkat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (11/1/2026).
Dalam pelaksanaannya, Pertamina memodernisasi kilang eksisting dengan membangun 21 unit proses baru dan 13 unit utilitas pendukung. Selain itu, empat unit utama pengolahan turut direvitalisasi untuk meningkatkan fleksibilitas produksi dan mutu produk.
Penguatan infrastruktur juga dilakukan di sisi penerimaan minyak mentah. Pertamina membangun dua tangki penyimpanan berkapasitas masing-masing satu juta barel, serta memperluas jaringan pipa onshore dan offshore guna memperlancar distribusi bahan baku.
Untuk menunjang aktivitas bongkar muat, fasilitas Single Point Mooring (SPM) disiapkan melayani kapal tanker hingga 320.000 DWT. Infrastruktur ini memperkuat kemampuan kilang dalam menerima pasokan minyak dalam jumlah besar dan berkesinambungan.
RDMP Balikpapan dikembangkan melalui tiga tahapan utama, meliputi pekerjaan pendahuluan, pembangunan fasilitas inti kilang, hingga penguatan sistem logistik minyak mentah. Skema ini dirancang menjaga kontinuitas suplai sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Baron menegaskan keberadaan kilang modern di Balikpapan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan minyak domestik sekaligus mengurangi ketergantungan impor BBM.
“Melalui infrastruktur yang terintegrasi, Pertamina memastikan pasokan minyak mentah lebih andal, operasional kilang semakin efisien, dan keberlanjutan sistem energi nasional terus terjaga,” pungkasnya.
Editor: Erwin