Saat ditemukan warga, pria tersebut sudah tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi bersimbah darah, tepat di depan Kantor Pos Indonesia Kantor Cabang Pembantu (KCP) Sepinggan.
Pria itu diketahui merupakan petugas Kantor Pos KCP Sepinggan yang diduga menjadi korban aksi pencurian dengan kekerasan, mengalami luka bacok di bagian kepala dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Suroso, warga setempat yang pertama kali melihat korban mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologis awal kejadian karena sedang tertidur di bengkel yang jaraknya kurang dari 100 meter dari lokasi kejadian.
“Saya lagi tidur, teman saya dengar ada orang teriak minta tolong. Saya keluar, lihat korban sudah terkapar. Kepala bagian belakang berdarah,” ujar Suroso saat ditemui Korankaltim.com di lokasi kejadian.
Menurut Suroso, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 15.00 WITA. Pada jam tersebut, aktivitas warga di sekitar lokasi memang relatif sepi, terlebih karena terjadi pada hari Sabtu atau akhir pekan.
Saat korban ditemukan tidak terlihat keberadaan pelaku di sekitar lokasi.
Sebelumnya, sempat beredar informasi di masyarakat mengenai aksi perampokan disertai penembakan. Kabar tersebut beredar di sebuah grup WhatsApp relawan Kota Balikpapan sekitar pukul 14.42 WITA. Namun, informasi itu dibantah oleh saksi maupun pihak kepolisian.
“Saya tidak mendengar suara tembakan. Kalau memang ada (penembakan) mungkin pakai peredam suara,” ungkap Suroso.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto menegaskan kalau isu penembakan dalam peristiwa tersebut tidak benar. Berdasarkan hasil awal penyelidikan, kejadian itu merupakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau pencurian dengan pemberatan.
“Mohon diluruskan, tidak ada penembakan. Memang benar ada tindak pidana yang menyebabkan korban mengalami luka, namun itu bukan perampokan dan penembakan melainkan pencurian dengan pemberatan, dilihat dari luka yang dialami korban,” jelas Anton.
Saat ini, tim gabungan dari Jatanras Polda Kaltim, Polresta Balikpapan, serta Polsek Balikpapan Selatan masih melakukan pendalaman kasus dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami masih mendalami dari mana pelaku masuk dan berapa jumlah pelaku,” ujar Anton lagi.
Di lokasi kejadian petugas terlihat mengumpulkan berbagai data, termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas (Closed Circuit Television/CCTV) di sekitar area. Rusli, Ketua RT setempat mengatakan terdapat beberapa kamera pemantau di sekitar lokasi kejadian.
“Namun dari rekaman yang ada, tidak terlihat aksi pelaku. Yang terekam hanya korban saat berlari dan kemudian tergeletak,” kata Rusli.
Sementara itu, Kantor Pos KCP Sepinggan juga dilengkapi kamera CCTV. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun media ini kamera tersebut dalam kondisi tidak berfungsi. Hal itu dibenarkan oleh Manajer Umum Kantor Pos Balikpapan, Safrudin.
“CCTV lagi rusak,” ujarnya singkat.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pihak Kantor Pos. Manajemen berencana menyampaikan laporan lengkap ke kantor pusat untuk dilakukan evaluasi dan tindak lanjut pengamanan ke depan.
Editor Aspian Nur