Video itu diunggah oleh akun Facebook atas nama Fauzan Ridwan yang kemudian menyiarkan di akun kota Portal Balikpapan sekitar pukul 16.30 WITA.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengatakan pihaknya baru menerima informasi awal juga dari beredarnya video tersebut.
Ia menegaskan belum bisa memberikan keterangan lebih jauh karena masih menghubungi pihak sekolah untuk memastikan kebenarannya.
“Memang saya baru mendapatkan informasi. Saat ini saya masih menghubungi sekolah untuk memastikan kebenarannya, sehingga belum bisa memberikan komentar lebih lanjut,” kata Gasali dihubungi wartawan seusai beredarnya video tersebut.
Meski demikian, ia memastikan Komisi IV akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya untuk menelusuri penyebab dan dampak kejadian tersebut.
Gasali menekankan pengawasan program MBG perlu diperkuat, khususnya terkait dapur pengadaan makanan, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Prinsipnya kami mendorong pengawasan lebih ketat. Semua pihak perlu aktif, terutama dalam mengontrol dapur penyedia makanan,” ujarnya.
Ia menambahkan program MBG merupakan kewenangan pemerintah pusat dan provinsi, sehingga DPRD Balikpapan tidak terlibat langsung dalam pengadaan.
Namun, DPRD tetap akan menindaklanjuti persoalan ini dengan instansi terkait.
“Kami akan meninjau dan berkomunikasi dengan BGN serta pemangku kepentingan agar tidak terjadi kelalaian yang dapat merugikan masyarakat,” tegasnya.
Editor: Erwin