“Kalau memang datanya benar, ini sangat mengkhawatirkan terkait masa depan kesehatan warga Balikpapan. Dinas Kesehatan harus segera melakukan penanganan, apalagi HIV erat kaitannya dengan pergaulan bebas. Mereka yang sudah terinfeksi pun harus segera mendapat tindakan medis,” ujarnya, Jumat (5/9/2025).
Lanjutnya, langkah pencegahan bisa dilakukan secara terpadu. Satpol PP diminta aktif melakukan razia, sementara Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan gencar memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
“Penyakit ini mematikan, jangan sampai menular ke lingkungan kita dan menyebar ke masyarakat Balikpapan,” tegasnya.
Sebelumnya, diketahui Kota Balikpapan masuk zona merah HIV dengan jumlah kasus tertinggi kedua di Kalimantan Timur setelah Samarinda.
Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati, menuturkan HIV/AIDS bukan sekadar persoalan medis, tetapi juga masalah perilaku yang bisa menjadi “bom waktu” jika tidak dikendalikan.
“Di hilir, kami menangani pasien yang sudah terindikasi HIV/AIDS. Namun di hulu, pencegahan harus diperkuat lewat sosialisasi lintas sektor,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, ratusan kasus baru ditemukan di Balikpapan sepanjang Januari hingga Juli 2025.
Kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) serta pengguna narkoba dengan jarum suntik bergantian disebut paling rentan tertular.
Pemkot Balikpapan kini memperkuat layanan kesehatan dengan melatih tenaga medis, menyediakan fasilitas pemeriksaan, dan mendistribusikan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).
Pemeriksaan HIV juga dilakukan terhadap kelompok khusus, termasuk ibu hamil, guna mencegah penularan kepada pasangan maupun bayi yang dikandung. Selain penanganan medis, Dinkes menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat.
“Kesetiaan pada pasangan, kehidupan beragama, dan pola hidup bersih sehat adalah kunci utama. Tanpa kesadaran kolektif, fasilitas kesehatan sebesar apa pun tidak akan cukup,” ungkap Alwiati.
Dinkes juga menggandeng Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PPATBM) untuk melakukan edukasi hingga ke tingkat lingkungan.
Untuk diketahui, Gejala HIV sendiri biasanya baru tampak saat penderita memasuki fase AIDS, seperti diare kronis, TBC yang sulit sembuh, hingga infeksi menahun.
Karena itu, Pemkot Balikpapan menekankan pentingnya deteksi dini sekaligus edukasi publik. "Masyarakat pun diimbau segera melapor jika menemukan indikasi gejala HIV/AIDS," pungkasnya.
Editor: Erwin