Kecelakaan disebut terjadi sekitar pukul 02.00 WITA dini hari saat bus dengan nomor polisi KT 7928 AQ hendak melintasi jembatan Busui yang sedang diperbaiki namun bus lintas provinsi itu tiba-tiba keluar jalur dan terperosok ke dalam sungai di sisi jembatan.
Akibat peristiwa tersebut, satu orang penumpang meninggal dunia, dua lainnya mengalami luka berat, 12 luka ringan dan 15 penumpang lainnya selamat.
“Total ada 30 penumpang di dalam bus. Yang meninggal dan luka-luka sudah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelas Bangun.
Penumpang yang tewas dan luka ringan ditangani di Puskesmas Muara Komam sementara mereka yang luka berat dirujuk ke Rumah Sakit Panglima Sebaya, Paser. "Penumpang yang selamat melanjutkan perjalanan menggunakan bus lainnya," paparnya.
Bus yang dikemudikan Sairun Pandiangan itu dilaporkan dalam kondisi laik jalan. Pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada kerusakan teknis sebelum insiden terjadi. “Bus laik jalan. Tidak ada gangguan rem atau mesin yang ditemukan sejauh ini,” ungkap Bangun.
Proses evakuasi bus sempat terkendala karena posisi jatuh berada di sungai dengan medan yang sulit. Alat berat dikerahkan untuk mengangkat badan bus dari dasar sungai. “Evakuasi dilakukan bertahap dan sudah berhasil diangkat,” katanya.
Sebagai langkah evaluasi, Ditlantas Polda Kaltim mengimbau perusahaan otobus menyiapkan pengemudi cadangan untuk rute-rute jarak jauh. “Ini penting untuk mencegah kelelahan. Sopir yang mengantuk sangat berisiko kehilangan kendali,” ujar Bangun.
Pihak kepolisian juga mengingatkan faktor manusia, seperti kelelahan dan kurang istirahat masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di jalan raya. “Kami akan tindak lanjuti dengan investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Bangun.
Editor: Aspian Nur