Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan Rasmid mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan hilal di Balikpapan, diperkirakan Lebaran akan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.
"Hal ini disebabkan oleh posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk pada waktu pengamatan," kata Rasmid kepada Korankaltim.com sore tadi.
Elongasi atau jarak sudut antara matahari dan bulan masih rendah. Kondisi ini menyebabkan hilal belum memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Menteri Agama se-ASEAN untuk menentukan pergantian bulan dalam kalender Hijriah.
"Karena ketinggian hilal yang negatif, kami memprediksi hilal tidak akan terlihat di seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Hal ini menunjukkan bahwa bulan Ramadan kemungkinan besar akan digenapkan menjadi 30 hari," jelasnya.
Dengan demikian, umat Islam di Indonesia diperkirakan masih akan melaksanakan puasa pada 30 Maret 2025 dan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal diprediksi jatuh pada Senin, 31 Maret 2025 lusa.
Namun kepastian penetapan awal Syawal akan menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama.
"Kami menunggu keputusan Sidang Isbat berdasarkan data yang kami peroleh," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur