Kobaran api dengan cepat membesar, menyebabkan kepanikan warga sekitar kejadian.
Ketua RT 18, H Armuin Radi, menjelaskan bahwa kejadian kebakaran pemukiman ini diketahui setelah mendengar teriakan warga.
“Mereka langsung teriak, ‘Pak RT, kebakaran, kebakaran!’ Saat saya sampai, api sudah terlalu besar untuk dikendalikan,” ujarnya, Senin (11/11/2024).
Lantaran api sudah membesar di salah satu rumah warga dan usaha pemadaman dengan alat manual seadanya tak berhasil meredam amukan si jago merah.
Dalam insiden ini, diperkirakan terdapat tujuh rumah ludes terbakar dan mengakibatkan 13 Kepala Keluarga (KK) dengan 29 jiwa terdampak.
Camat Agung Budi Wibowo menyampaikan bahwa pihaknya masih sedang melakukan pendataan korban serta verifikasi cepat di lapangan.
Pemerintah pun berupaya untuk mengalokasikan bantuan secepatnya dan mendirikan posko darurat di kediaman ketua RT 18 guna memudahkan distribusi logistik kepada korban.
“Kebakaran ini menyebabkan sekitar tujuh rumah rusak berat, dengan total 29 jiwa terdampak. Kami mengharapkan bantuan dari berbagai pihak untuk meringankan beban para korban,” pungkasnya.
Editor: Erwin