Jokowi meninjau ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang kateterisasi jantung dan angiografi atau catch lab, ruang operasi dan laboratorium dengan fasilitas yang cukup lengkap.
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Azhar Jaya menjelaskan bahwa pembangunan Rumah Sakit Nusantara tahap pertama menelan anggaran sebesar Rp523 miliar.
"Tahap pertama satu basement dengan gedung setinggi tujuh lantai, kemudian dilanjutkan tahap kedua Rp283 miliar untuk gedung 10 lantai," kata Azhar Jaya.
Rumah Sakit Nusantara memiliki 257 ruangan termasuk untuk pasien rawat inap. Sebanyak 50 tempat tidur telah disiapkan untuk pelayanan kesehatan.
"Untuk tenaga medisnya, kami memiliki 75 orang, baik dokter spesialis maupun perawat," ungkapnya.
Infrastruktur kesehatan vertikal sudah mampu melayani pasien umum maupun spesialis seperti penyakit dalam. Termasuk memberikan pelayanan terhadap pasien dengan penyakit stroke dan jantung.
"Kami juga memiliki ruang perawatan, ruang pelayanan dengan risiko tinggi, hingga ruang VIP," sebutnya.
Azhar Jaya memperkirakan Rumah Sakit Nusantara mulai beroperasi pada pekan depan. Sedangkan pemeriksaan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat sebagai informasi tentang keberadaan dan cakupan layanan.
"Tadi ada bakti sosial pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat Sepaku dan warga adat di sini. Kami memberikan rawat jalan," jelasnya.
Dia memastikan Keberadaan Rumah Sakit Nusatara tidak hanya untuk melayani warga yang bermukim di IKN saja. Melainkan juga untuk masyarakat sekitar kawasan tersebut, seperti Sepaku dan Pemaluan.
"Rumah sakit ini dibangun untuk masyarakat di wilayah IKN. Operasionalnya mungkin seminggu ke depan, dan melayani pasien peserta BPJS Kesehatan," pungkasnya.
Keberadaan Rumah Sakit Nusantara mendatangkan harapan bagi masyarakat. Salah satunya Minarti, warga asal Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Minarti kini tak perlu jauh-jauh hanya untuk menjangkau layanan rumah sakit. "Biasanya ke rumah sakit di Balikpapan," ujarnya.
Diketahui, jarak tempuh dari Sepaku ke Kota Balikpapan adalah dua jam melalui perjalanan darat. Sedangkan perjalanan laut dengan menggunakan speedboat hanya sekitar setengah jam, sebelum melanjutkan perjalanan kembali menggunakan kendaraan darat. Total estimasinya bisa mencapai satu jam.
"Senang ada rumah sakit di sini. Nggak usah jauh-jauh lagi," pungkasnya.