Rahmad mengatakan, persiapan Rakernas sudah mencapai 99 persen dan tinggal pelaksanaannya yang dijadwalkan akan berlangsung pada 3-6 Juni 2024.
"Dan di tanggal 4 Juni nanti pembukaan, sampai dengan sekarang terkonfirmasi pak Presiden akan membuka acara Apeksi, dan diusahakan juga tanggal 3 Juni pada pelaksanaan gala dinner beliau juga hadir. Tapi yang jelas terkonfirmasi tanggal 4 Juni pak presiden membuka acara kita," ujarnya.
Ia juga sampaikan dalam kegiatan ini kurang lebih 79 kepala daerah yang sudah menyatakan akan hadir. Perwakilan yaitu Sekda yang mewakili sekitar 9 orang, dan 13 yang belum terkonfirmasi dari 98 wali kota se-Indonesia yang akan hadir.
"Alhamdulillah peserta yang sudah terkonfirmasi kurang lebih hampir 5 ribu orang peserta yang akan datang. Dan kegiatan ini juga akan dilaksanakan dengan beberapa event termasuk nanti karnaval budaya yang mewakili daerahnya masing-masing," jelasnya.
Ia mengucapkan rasa syukur atas antusias masyarakat dan antusias kepala daerah khususnya kepada 98 wali kota se-Indonesia yang akan hadir di Balikpapan.
Ia juga mengucapkan terima kasih dan mengimbau kepada seluruh masyarakat Balikpapan agar tetap menjaga kondusifitas di tengah pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjadi barometer tolak ukur Balikpapan sebagai teras IKN.
Selain itu, ia juga sampaikan, agenda Rekernas ini juga berkaitan pemilihan ketua baru Apeksi periode 2024-2029. Dalam Rakernas ini nanti dirinya yang akan menjadi salah satu narasumber akan mengangkat isu-isu nasional, apalagi Balikpapan letaknya sebagai teras IKN dianggap memiliki peran strategis dalam pembangunan.
Menurutnya, terkait sarana dan fasilitas termasuk ketersediaan air bersih akan menjadi isu menarik yang akan dia angkat dalam acara tersebut.
"Kami juga sampaikan dengan kegiatan Apeksi ini, tentunya juga akan berpengaruh dengan kedatangan 5 ribu peserta nantinya dari 98 kota. Dan tentunya pelaku UMKM kita pasti akan tumbuh," jelasnya.
Dia menambahkan, kegiatan ini didanai menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp16 miliar. Ia optimis, lewat kegiatan ini pula memiliki imbas positif sekitar Rp47 miliar uang akan berputar di Balikpapan.
"Semangat dan jaga terus untuk pelaku UMKM menjaga makanannya agar tidak terjadi hal -hal yang tak diinginkan. Jadi ini merupakan tanggungjawab kita jangan sampai ada catatan tidak baik ketika mereka datang ke Balikpapan," pungkasnya.
Editor: Maruly Z