Seorang pengguna jalan, Lamro turut menyesalkan dengan proyek DAS Ampal yang tak memperlihatkan progres yang cukup signifikan hingga hari ini. Lamro yang setiap harinya harus melintasi proyek tersebut dibuat kesal dengan penutupan separuh badan jalan.
"Terganggu sekali dengan penutup jalan ini, macet setiap pagi karena jalan ini cuma separuh yang digunakan. Kita juga mesti hati-hati karena ada lubang drainase itu yang gak ditutup," kata Lamro kepada Korankaltim.com, Senin (19/2/2024).
Selain macet, Lamro juga dibuat kesal dengan debu dari sisa proyek pengerjaan DAS Ampal tersebut. "Awalnya bersih ke kantor pagi-pagi, sampai kantor butek, kusam muka karena banyak debu itu tadi," ujarnya.
Ditanyai terkait perpanjangan yang diberikan Pemkot Balikpapan terhadap PT Fahreza Duta Perkasa, Lamro meminta aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit terhadap proyek DAS Ampal yang menghabiskan dana hingga Rp136 miliar APBD Balikpapan tersebut.
"Semestinya ini segera dilakukan audit oleh penegak hukum. Kita lihat saja progres nya ini gak beres, ini kan seharusnya berakhir Desember 2023 kemarin, tapi malah diperpanjang 50 hari," kesalnya.
Senada dengan Lamro, warga lainnya Ale pun turut menyesalkan progres dari pengerjaan proyek DAS Ampal tersebut. Ia menilai proyek tersebut dikerjakan secara asal-asalan.
"Saya melihat jalan yang dicor itu kelihatannya bagus, ternyata pas lewat ada lubang drainase itu gak ketutup, itu kan bahaya untuk pengguna jalan seperti saya," kata Ale.
Ia berharap proyek tersebut bisa segera dituntaskan, baik oleh kontraktor pemenang proyek dalam hal ini PT Fahreza maupun Pemkot Balikpapan sebagai pemberi pekerjaan. Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rita meminta awak media di Balikpapan untuk bersabar menanti pemberian kesempatan yang diberikan Pemkot Balikpapan terharap PT Fahreza. "Pemberian kesempatannya kan sampai hari ini terakhir," kata Rita.
Namun, saat ditanyai mengenai progres dari pengerjaaan DAS Ampal tersebut, Rita mengaku akan memberikan keterangan secara resmi, Selasa (20/2/2024) besok. "Besok baru dirilis, kalian sudah lihat belum perkembangannya ?. Saya akan rilis besok," ungkapnya.
Sementara dari pantauan media ini, terlihat di lokasi proyek, sejumlah pekerja masih melakukan pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 15 meter mengarah ke lampu merah Bukit Damai Sentosa (BDS), sementara sebagian sisi lainnya memang terlihat telah tuntas dikerjakan.
Namun, pekerjaan tersebut terkesan sembarangan. Hal itu terlihat dari masih banyaknya material sisa proyek yang tergeletak di sisi kiri jalan dari simpang BDS menuju simpang tiga Beller. Selain itu, sebagian alat berat juga masih berada dilokasi pekerjaan.
Bila mengacu pada kontrak pekerjaan, proyek tersebut semestinya selesai pada 19 Februari 2024, sesuai dengan masa perpanjangan yang diberikan Pemkot Balikpapan selama 50 hari diawal tahun 2024 kemarin.
Editor: Maruly Z