Sejumlah oknum tak bertanggujawab memanfaatkan momen itu untuk membuat tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) di Balikpapan menjadi tidak kondusif dengan hilangnya Formulir C1 salinan di sejumlah kelurahan malam tadi yang diduga digondol pencuri.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan Noor Thoha kepada Korankaltim.com menjelaskan, mereka mendapat laporan dari tim kalau formulir C1 salinan hasil pemilu hilang dibeberapa kelurahan, mulai dari Kelurahan Karang Jati, Karang Rejo, Gunung Sari Ilir dan Gunung Sari Ulu.
"Seluruh caleg punya kepentingan mendapatkan informasi dari C1 salinan itu dan formulir C1 hasil yang diumumkan di Kelurahan itu akurat karena dari PPS (Panitia Pemungutan Suara). Ini tentu merugikan caleg-caleg itu," kata Noor Thoha Minggu (18/2/2024) siang tadi.
Salinan C1 harusnya dipublikasikan disetiap kelurahan sebagai informasi bagi seluruh calon legislatif yang berkontestasi. KPU Balikpapan sangat menyayangkan aksi tak bertanggujawab sejumlah orang yang kemudian mengambil salinan C1 yang telah ditempel di kelurahan tersebut malam tadi.
"Orang-orang bisa curiga kalau salinan C1 itu tidak diumumkan. Sebenarnya sudah diumumkan kemudian hilang," paparnya.
Pengumuman salinan C1 itu telah dilakukan sejak kelurahan menerima laporan dari tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Dari awal menerima, sudah harus langsung diumumkan. Anggaplah tanggal 15 diterima, paling tanggal 16 sudah diumumkan," jelasnya.
Meski begitu hilangnya formulir C1 hasil salinan tidak akan mengganggu jalannya rapat pleno rekapitulasi hasil suara ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang saat ini masih terus berjalan. "Pleno di PPK masih berjalan, karena pakai C1 Plano," tegasnya.
KPU Balikpapan tak akan membuat laporan polisi mengenai aksi pencurian formulir C1 Hasil Salinan tersebut. Hanya saja, ia meminta agar PLN selalu waspada dan tanggap, mengingat saat ini tahapan Pemilu 2024 masih berjalan.
"Sebenarnya sih bentuk kewaspadaan saja. PPS sudah patuh terhadap perintah undang-undang, yang pasti formulir hilang pertama karena ada orang jahil, kedua ada insiden mati lampu," tutup Noor Thoha.
Editor: Aspian Nur