Seorang nelayan di Balikpapan Barat, Farislam mengatakan, ditemukannya jasad Ahmad tersebut saat ia hendak mencari ikan di Perairan Teluk Balikpapan. Saat melintasi hutan mangrove, Farislam melihat sebuah benda berwarna kuning tersangkut di sekitaran mangrove.
Dia sempat mengira benda tersebut boneka. Penasaran dengan apa yang dilihat, Farislam yang bertemu adiknya disekitaran perairan pun mengajaknya untuk memastikan benda tersebut.
"Ternyata pas kami pastikan lagi, itu mayat. Kami langsung berfikiran untuk melaporkan temuan itu," kata Farislam kepada korankaltim.com, Kamis (8/2/2024).
Di tengah perjalanan, Farislam dan adiknya pun bertemu dengan tim SAR gabungan yang tengah menyusuri hutan mangrove. "Pas bertemu dengan tim SAR, kami langsung tanya, cari apa pak ?. Orang hilang kata petugas, oh yang dilaporkan kemarin ya, saya langsung kasih tahu mayat tadi," ungkap dia.
Tim SAR gabungan yang mendapat laporan tersebut pun langsung menuju lokasi penemuan yang dilaporkan. "Kebetulan ada nelayan yang melihat diduga korban, kemudian dia melapor, kemudian kita cek dan ternyata benar," kata Komandan Regu Basarnas Balikpapan, Triyanto.
Kondisi perairan yang tengah surut pun memaksa petugas mengarungi lokasi temuan menggunakan rubber boar tanpa mesin. "Kami harus mendayung untuk menjangkau ke lokasi temuan, tidak bisa menggunakan mesin," ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan. "Kendala air dangkal tadi, korban kita temukan pukul 08.40 WITA dan berhasil kita evakuasi sekira pukul 09.40 WITA. Saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah sakit dan akan diserahkan ke pihak keluarga," tutup Triyanto.
Editor: Maruly Z