Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Usman Ali mengatakan, kebakaran terjadi sekira pukul 18.10 WITA. Saat itu kondisi api telah membesar didalam gudang pengolahan limbah.
"Saat pemadaman ada beberapa titik yang dianggap bahaya, itu kami tangani dulu, yang sudah terbakar didalam kami tidak bisa masuk untuk memadamkan," kata Usman Ali kepada Korankaltim.com, Minggu (21/1) dini hari.
Setidaknya sebanyak 15 unit mobil pemadam dari seluruh UPTD Balikpapan dikerahkan ke lokasi kebakaran, ditambah water canon dari Brimob Polda Kaltim, PHM serta sejumlah instansi dan perusahaan disekitar lokasi kejadian.
"Kami tidak bisa masuk karena diprediksi yang terbakar ini mengeluarkan zat beracun,,"ungkap Usman.
Untuk memastikan api tak menyambar ke bangunan lainnya, BPBD memberi batas aman atau sekat dilokasi kebakaran. Mereka juga standby di lokasi kebakaran, hingga kobaran api benar-benar padam.
"Kesulitan kami didalam pemadaman ini karena limbah yang terbakar jadi perlu waspada dalam penanganan nya. Sudah 6 jam lebih api masih membara cukup besar, tapi kami sudah isolasi agar api tidak menyambar bangunan lainnya," imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab munculnya api yang membara di Gudang PT BES. Polisi pun hingga saat ini masih menunggu proses pemadaman selesai sebelum melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Editor: Aspian Nur