Jumlah itu diluar prediksi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan yang awalnya hanya mematok kenaikan sebesar 20 persen.
"Ada kenaikan penumpang dari tahun 2022, ekspektasi kami sebelumnya 20 persen, ternyata tahun 2023 naiknya sampai 32 persen," kata Kepala KSOP Kelas I Balikpapan Capt Bharto Ari Raharjo selepas menutup Pos Koordinasi (Posko) Nataru di Pelabuhan Semayang Balikpapan Selasa (9/1/2023) hari ini.
Setidaknya ada 49 ribu penumpang yang melalui Pelabuhan Semayang Balikpapan selama periode Nataru tahun 2023, sementara di tahun sebelumnya jumlah penumpang yang melalui Pelabuhan Semayang mencapai 37 ribu penumpang.
Selama dibukanya posko Nataru arus penumpang serta pelayanan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Improvisasi dilakukan KSOP dengan membuat jalur penumpang agar lebih tertib dan pemeriksaan KTP atau data diri penumpang berjalan dengan baik.
"Kami mendahulukan orang-orang dengan kebutuhan khusus untuk diberangkatkan termasuk yang membawa anak dan ibu hamil," papar Bharto.
Pembuatan jalur bagi penumpang tersebut juga untuk mengurangi terjadi praktik percaloan yang mana dalam pelaksanaannya KSOP Balikpapan masih menemukan adanya penumpang yang memanfaatkan jasa para calo untuk bisa naik ke kapal karena kehabisan tiket. Harga tiket yang tinggi pun biasanya tak dipersoalkan para penumpang.
"Masih ada praktek calo, makanya kami mencoba meminimalisasi dan merubah kultur masyarakat untuk mendapatkan tiket sebelum mereka ke pelabuhan," jelasna.
Bharto mengungkapkan, tak sedikit penumpang yang menggunakan jasa calo biasanya masih belum memahami pembelian tiket secara online. Untuk itu operator dihimbau untuk jemput bola dengan memberikan pemahaman mekanisme pembelian tiket online.
"Ada penumpang yang tidak bisa naik, karena identitas nya tidak sesuai antara tiket dengan data diri (KTP). Kalau tidak dilakukan tindakan tegas, maka budaya seperti itu akan terus bertumbuh," tutupnya.
Editor: Aspian Nur